Ketika Scroll Tanpa Henti Menggantikan Proses Berpikir: Nalar Dikalahkan oleh Algoritma
- account_circle Ochin
- calendar_month Ming, 7 Jun 2026

OLEH : NINDITHA AULYASARI
Mahasiswi FISIP Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Maraknya hidup di zaman yang ketika kecepatan mengonsumsi informasi sering kali lebih dihargai daripada kemampuan memahami informasi tersebut. Setiap pagi, jutaan orang khususnya di Indonesia memulai aktivitasnya bukan dengan membaca buku atau berita secara utuh, melainkan dengan membuka ponsel dan melihat media sosial.
Dalam hitungan detik atau menit, puluhan video dan informasi berlalu di layar ponsel. Tanpa disadari, kebiasaan ini membentuk budaya baru yaitu lebih cepat melihat daripada memahami, lebih cepat berkomentar daripada berpikir. Hal ini dapat merusak daya ingat dan nalar manusia karena terlalu cepat dan banyak mengonsumsi berita yang ada di media sosial.
Dilihat dari data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Melalui Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024, BPS mencatat bahwa 72,78% penduduk Indonesia telah mengakses internet pada tahun 2024, meningkat dari 69,21% pada tahun 2023.
Budaya scroll tanpa henti membuat perhatian masyarakat mudah berpindah dari satu topik ke topik lain hanya dalam beberapa detik. Judul atau cover yang sensasional lebih menarik daripada isi yang mendalam. Video berdurasi singkat lebih sering ditonton daripada artikel yang membutuhkan waktu untuk dibaca. Akibatnya, proses berpikir yang seharusnya melibatkan analisis dan refleksi sering digantikan oleh reaksi spontan.
- Penulis: Ochin
