Modernisasi Pertanian : Teknologi Maju, Petani Kecil Tertinggal
- account_circle Ochin
- calendar_month 1 jam yang lalu

OLEH: MOCHAMAD ZAEHID AUFAR
Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikananan, dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Ketahanan pangan masih menjadi salah satu tujuan utama dalam pembangunan nasional Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mendorong penerapan modernisasi di sektor pertanian melalui berbagai program seperti mekanisasi, digitalisasi pertanian, hingga pengembangan smart farming. Pemanfaatan teknologi dianggap mampu meningkatkan hasil produksi, mempercepat proses kerja, serta menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan modern. Saat ini, penggunaan drone, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan mulai diterapkan untuk membantu petani dalam memantau kondisi lahan maupun mengelola tanaman secara lebih efektif.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan, perubahan iklim, serta semakin terbatasnya lahan pertanian, modernisasi memang menjadi langkah yang cukup penting. Patria (2025) menyebutkan bahwa pertanian presisi berbasis digital dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mempercepat perkembangan sektor pertanian di Indonesia. Namun, di balik berbagai kemajuan tersebut, masih terdapat persoalan yang sering kurang mendapat perhatian, yaitu belum meratanya akses modernisasi bagi petani kecil di daerah pedesaan.
Pada kenyataannya, tidak semua petani mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian dengan mudah. Banyak petani kecil masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya modal, rendahnya kemampuan dalam penggunaan teknologi digital, hingga kurang memadainya infrastruktur pendukung. Kondisi tersebut menyebabkan modernisasi pertanian belum dapat dirasakan secara menyeluruh dan justru berpotensi memunculkan kesenjangan baru di sektor pertanian.
Sebenarnya, penggunaan teknologi modern membawa banyak dampak positif bagi kegiatan pertanian. Pemanfaatan mesin pertanian mampu membantu mempercepat pekerjaan di lapangan, mengurangi penggunaan tenaga kerja yang berlebihan, serta meningkatkan hasil panen. Selain itu, teknologi digital juga mempermudah petani memperoleh informasi mengenai kondisi cuaca, harga pasar, hingga teknik pengelolaan tanaman yang lebih efektif.
Kementerian Pertanian juga menjelaskan bahwa penerapan smart farming dapat membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha tani. Hal tersebut menunjukkan bahwa modernisasi memang memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
- Penulis: Ochin
