CDN.id, BANGKA TENGAH – Anggota Komisi IV DPR RI, Melati Erzaldi, SH, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Rabu (8/10/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau dan survei lokasi rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026.
Melati bersama rombongan mengunjungi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Desa Batu Belubang, Kantor Kelurahan Berok, serta beberapa titik di Kecamatan Koba. Turut mendampingi, Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda, serta jajaran Dinas Perikanan Bangka Tengah.
Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) merupakan program unggulan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini bertujuan mentransformasi kampung perikanan menjadi kawasan yang modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Tiga wilayah diusulkan oleh Pemkab Bangka Tengah sebagai lokasi KNMP, yaitu Desa Batu Belubang, Kelurahan Berok, dan Desa Batu Beriga.
“Alhamdulillah, lokasi yang kami kunjungi hari ini sudah termasuk dalam daftar 35 calon Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia,” kata Melati Erzaldi usai kegiatan di Desa Batu Belubang.
Melati menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan Bangka Tengah menjadi bagian dari program nasional ini.
“Saya yakin dengan dukungan semua pihak, Bangka Tengah sudah sangat siap. Apa yang disampaikan Kadis Perikanan dan lahan yang akan dijadikan KNMP sudah clear and clean,” ujarnya.
Ia juga menegaskan akan mengawal proses pembangunan KNMP di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Saya menyerap aspirasi masyarakat dan akan mengawal langsung prosesnya di KKP. Kita berharap ini bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, menyampaikan bahwa Pemkab telah mengajukan tiga lokasi ke Kementerian dan akan fokus pada Kelurahan Berok tahun ini.
“Untuk Desa Batu Belubang akan kami lanjutkan prosesnya di tahun 2026,” ungkap Efrianda di sela kunjungan di TPI Batu Belubang.
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Melati Erzaldi.
“Kita beruntung karena Ibu Melati adalah tokoh yang memahami Bangka Tengah dan kini duduk di Komisi IV DPR RI. Beliau bisa langsung menyuarakan kebutuhan masyarakat nelayan ke pusat,” ujarnya.
Menurut Efrianda, berbagai OPD terkait akan terlibat, mulai dari Dinas Perikanan, DLH, Dinas PU, DPMPTK, hingga Bappelitbangda, untuk memastikan kelancaran program ini.
Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 23 program usulan untuk mendukung KNMP.
Program tersebut mencakup pembangunan gapura, tambatan perahu, shelter penggantung ikan, gudang beku portable, bengkel kapal, sentra kuliner, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), taman lanskap, balai nelayan, hingga kios pemasaran ikan.
“KNMP juga akan melibatkan Koperasi Merah Putih dan investor, termasuk rencana pembangunan SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) agar nelayan lebih mudah mendapatkan bahan bakar,” jelas Imam.
Ia menambahkan, dengan dukungan sekitar 3.790 nelayan di 23 desa pesisir Bangka Tengah, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan dokumen usulan KNMP kepada Melati Erzaldi serta diskusi bersama nelayan. Rombongan juga meninjau sentra pengolahan hasil laut di Desa Batu Belubang, Sungai Berok, dan cold storage di Desa Kurau Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Erzaldi Rosman Djohan (mantan Gubernur Babel dan Bupati Bangka Tengah), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Babel, Camat Pangkalanbaru, Kepala Desa Batu Belubang, perwakilan OPD, serta para nelayan setempat.(49N)