Kirab Malam 1 Suro Dua Kubu Masih Menunggu Kesepakatan
- account_circle Ochin
- calendar_month Rab, 10 Jun 2026

CDN.id, SOLO – Rencana pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro oleh dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali menjadi perhatian publik. Pasalnya, kedua pihak, yakni kubu PB XIV Hangabehi Purbaya dan kubu KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, sama-sama berencana menggelar kirab pada Selasa malam (16/6/2026), bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Menyikapi situasi tersebut, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta dari kubu PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, menegaskan bahwa pelaksanaan kirab pusaka di lingkungan Keraton Surakarta harus berlandaskan dhawuh dalem atau titah Raja.
“Sejak awal kami sudah menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Keraton Surakarta didasarkan pada dhawuh dalem. Artinya, berdasarkan perintah dan keputusan Raja,” kata Timoer Rumbay di Keraton Solo, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila kubu lain juga berencana menyelenggarakan kirab. Namun, ia mengingatkan bahwa sejumlah elemen utama kirab memiliki titik yang sama, mulai dari rute perjalanan, lokasi keluarnya pusaka, hingga kebo bule yang selama ini menjadi cucuk lampah atau pembuka iring-iringan kirab.
“Rutenya sama, lokasi keluarnya pusaka sama, bahkan kebo bulenya juga sama. Karena itu sangat mungkin kedua rombongan akan bertemu di titik tertentu. Kami berharap tidak terjadi gesekan karena kami hanya menjalankan paugeran dan dhawuh Raja,” ujarnya.
Timoer meminta seluruh pihak menghormati prosesi sakral Malam 1 Suro yang merupakan tradisi budaya dan spiritual Keraton Surakarta. Menurutnya, apabila terjadi konflik atau gesekan saat pelaksanaan kirab, hal itu justru mencederai nilai-nilai adat dan budaya yang selama ini dijunjung tinggi.
“Kalau sampai terjadi gesekan berarti ada pihak yang tidak menghormati upacara adat ini,” tegasnya.
- Penulis: Ochin
