Tujuh Stasiun Daop 2 Bandung Jadi Simpul Mobilitas Yang Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Jabar
- account_circle Vritimes
- calendar_month 15 jam yang lalu

Mobilitas masyarakat perkotaan membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi, mudah diakses, dan saling terhubung. Dalam konteks tersebut, stasiun kereta api tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun pengguna jasa KA, tetapi juga menjadi simpul mobilitas yang menghubungkan perjalanan masyarakat dengan berbagai moda transportasi serta aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya.
Di wilayah kerja KAI Daop 2 Bandung, terdapat tujuh stasiun yang menjadi simpul penting perjalanan Kereta Api Jarak Jauh, yaitu Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Garut, Purwakarta, dan Cimahi. Ketujuh stasiun tersebut melayani mobilitas masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan bisnis, pendidikan, wisata, hingga aktivitas sosial dan ekonomi antarkota di Jawa Barat maupun menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, pertumbuhan mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api perlu diikuti dengan penguatan konektivitas antara stasiun dan kawasan di sekitarnya. “Stasiun merupakan salah satu simpul penting dalam ekosistem transportasi perkotaan. Ketika akses menuju stasiun semakin terintegrasi dengan angkutan umum, kendaraan pribadi, layanan pengumpan, fasilitas umum di perkotaan, maupun aktivitas di kawasan, maka perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien,” ujar Kuswardojo.
Berdasarkan data KAI Daop 2 Bandung, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tujuh stasiun tersebut telah melayani 2.714.899 pengguna jasa KA yang berangkat menggunakan Kereta Api Jarak Jauh. Jumlah tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 2.458.383 pengguna jasa KA atau meningkat sekitar 10,43 persen.
- Penulis: Vritimes
