Transaksi Kripto Turun 33%, tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan?
- account_circle VRITIMES
- calendar_month Jum, 28 Agu 2026

Produk ini dinilai menarik karena memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global seperti Tesla atau Nvidia, sehingga dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan instrumen dengan karakter berbeda dari aset kripto murni.
Selain itu, pasar derivatif atau futures juga masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Volume perdagangan derivatif kripto global pada kuartal II/2026 mencapai US$12,7 triliun, jauh di atas volume spot sebesar US$1,95 triliun.
Sementara itu, kontribusi derivatif terhadap transaksi kripto nasional baru sekitar 22%.
“Strategi yang relevan adalah mengombinasikan tokenized stocks untuk menjangkau investor yang lebih konservatif dan produk derivatif untuk menangkap pertumbuhan aktivitas trader,” jelas Yudho.
Literasi Jadi Kunci
Yudho menambahkan, membesarnya kelompok calon kelas menengah juga dapat menjadi peluang jangka panjang bagi industri kripto. Namun, pertumbuhan investor harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan.
“Pertumbuhan jumlah investor jangan hanya berhenti pada angka partisipasi. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memahami risiko dan mampu mengambil keputusan investasi secara lebih matang,” katanya.
Menurutnya, tekanan ekonomi saat ini bukan berarti prospek industri kripto Indonesia hilang. Sebaliknya, kondisi ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk membangun basis investor yang lebih luas, teredukasi, dan berkelanjutan.
“Pasar Indonesia masih prospektif. Tantangannya adalah bagaimana industri bisa menyesuaikan produk, memperluas edukasi, dan membangun kepercayaan investor untuk jangka panjang,” pungkas CEO FLOQ.
- Penulis: VRITIMES
