Thai-Swiss ERP Catat Rekor Lebih dari 400.000 Transaksi di Jaringan Hedera, Targetkan Asia Tenggara Jadi Pusat Inovasi Industri Global
- account_circle Vritimes
- calendar_month 1 jam yang lalu

CDN.id – JAKARTA, Era baru efisiensi operasional industri di Indonesia resmi dimulai. Solusi arsitektur terdesentralisasi ini juga memiliki potensi adopsi yang sangat besar bagi sektor manufaktur dan pabrik skala besar di Indonesia yang sedang gencar melakukan transformasi Industry 4.0. Langkah strategis ini diharapkan mampu memangkas celah birokrasi sistem konvensional, mengoptimalkan transparansi rantai pasok, serta mempercepat target digitalisasi industri nasional secara menyeluruh.
JAKARTA, INDONESIA – 15 Oktober 2026 – Thai ERP Co., Ltd., pengembang platform Thai-Swiss ERP, hari ini resmi mengumumkan pencapaian besar dalam pengembangan Sistem Operasi Industri Terdesentralisasi (Decentralized Industrial Operations). Platform ini berhasil memproses dan memvalidasi lebih dari 400.000 transaksi langsung dari lini produksi (Live Production Transactions) menggunakan jaringan blockchain publik Hedera Hashgraph.
Pencapaian ini merupakan hasil dari riset mendalam dan pengembangan teknik inti yang dilakukan secara intensif selama satu tahun penuh. Bersamaan dengan momentum ini, perusahaan juga resmi meluncurkan token industri internal bernama TERP, serta membuka integrasi penuh untuk transaksi menggunakan koin bawaan Hedera, yaitu HBAR.
Aliran data (Data Stream) dari pabrik nyata ini dicatat dan diamankan secara permanen menggunakan kriptografi, yang transparansinya dapat diverifikasi secara publik oleh siapa saja melalui Hedera Testnet Topic 0.0.10847543. Sistem ini mengumpulkan data teknis (telemetry) secara real-time dari 3 unit lengan robot ABB, 1 unit lengan robot KUKA, dan 2 unit mesin CNC. Setiap 15 detik, sistem merekam data stempel waktu (timestamp), status operasional, nama program yang sedang berjalan, hingga jumlah siklus kerja perangkat (cycle counts) langsung dari lantai pabrik. Saat ini, arsitektur sistem sedang ditingkatkan untuk mendongkrak kapasitas performa hingga 600.000 transaksi per minggu.
Menjembatani Mesin Multi-Vendor ke Blockchain Publik (DLT)
Setelah melalui pengembangan kontrol utama selama lebih dari 12 bulan, platform ini berhasil mendobrak batasan konektivitas antara sistem otomatisasi pabrik tradisional dan modern. Thai-Swiss ERP mampu mengintegrasikan mesin dari berbagai produsen global melalui sistem REST/APIs dengan latensi rendah (low-latency). Sistem ini mengambil data teknis mentah dari mesin, memvalidasinya, dan langsung mencatatnya ke dalam rekam produksi ERP (ERP Production Records). Proses ini menciptakan riwayat operasional dengan tingkat keamanan tertinggi yang tidak dapat diubah atau dimanipulasi oleh siapa pun setelah tercatat.
- Penulis: Vritimes
