Resmikan Gedung Baru, Rektor UBB: Ini Langkah Ekspansif Menuju Kampus Impresif
- account_circle Ochin
- calendar_month Rab, 16 Apr 2025

CDN.id, BANGKA- Universitas Bangka Belitung (UBB) merayakan Dies Natalis ke-19 sekaligus meresmikan Gedung Perkuliahan dan Laboratorium Terpadu Kesehatan, Senin (14/4/2025), di Balai Betason Kampus (BBK) UBB, Balun Ijuk.
Mengusung tema “Bergerak Ekspansif, Tumbuh Impresif,” gedung baru yang dibangun melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini menjadi simbol kemajuan UBB dalam memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan di Bangka Belitung.
Peresmian dilakukan oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, I Ketut Adnyana.
Rektor UBB Prof. Ibrahim, M.Si., dalam sambutannya menegaskan komitmen UBB untuk terus bergerak ekspansif dan tumbuh impresif.
“Gerak ekspansif ini kami wujudkan melalui peningkatan statistik kampus, perluasan akses layanan pendidikan, serta dorongan kuat untuk terus berkembang dan memperluas mutu serta jangkauan layanan. Kami ingin memastikan bahwa UBB menjadi institusi yang inklusif dan terus bertumbuh secara kuantitatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan impresif tercermin dari peningkatan prestasi dosen dan mahasiswa, capaian pemeringkatan, serta pengakuan status kelembagaan yang terus meningkat.
“UBB ingin terus menjadi institusi yang produktif dan inovatif, agar semakin diterima serta dipercaya oleh masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai perguruan tinggi yang unggul,” tambahnya.
Terkait dengan gedung baru yang diresmikan, Prof. Ibrahim menyatakan bahwa pembangunan tersebut tidak hanya menjadi representasi kemajuan fisik kampus, tetapi juga wujud nyata dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan riset di UBB.
Fasilitas yang lebih modern ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas akademik, mendukung pembelajaran, termasuk menunjang Program Studi Kedokteran yang dibuka pada 2023.
“Sejak menjadi perguruan tinggi negeri pada tahun 2010, UBB terus mengalami perkembangan signifikan. Saat ini, UBB memiliki lebih dari 30 program studi, dan terus mendorong peningkatan mutu serta kapasitas kelembagaan,” jelasnya.
Ia menegaskan, UBB akan terus berinovasi agar mampu bersaing secara nasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, I Ketut Adnyana menyoroti sejumlah tantangan besar yang dihadapi Bangka Belitung, seperti kerusakan lingkungan akibat pertambangan timah, perubahan iklim global, dan dampak disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui riset, inovasi, dan pendidikan yang relevan.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi bonus demografi Indonesia yang diperkirakan mencapai puncaknya pada tahun 2045. Pendidikan tinggi, termasuk UBB, diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi era perubahan yang cepat.
“Momen peresmian ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kemajuan pendidikan di Bangka Belitung,” tuturnya.
Ia menambahkan, UBB harus terus bergerak ekspansif dan tumbuh impresif agar dapat memainkan peran strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Pendidikan berkualitas adalah fondasi penting dalam menciptakan masa depan bangsa yang gemilang,” pungkasnya.
Sebagai bentuk pelestarian budaya, acara ditutup dengan tradisi “nganggung” (makan bersama khas masyarakat Bangka Belitung) yang berlangsung di Hall Gedung Perkuliahan dan Laboratorium Terpadu Kesehatan.
Dengan diresmikannya gedung baru ini, UBB semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap menjawab tantangan zaman. Tidak hanya sebagai pusat pengajaran, tetapi juga sebagai pusat riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berkomitmen memberikan solusi konkret atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah ini.
Turut hadir. berbagai tokoh penting, seperti Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, kepala sekolah, kepala desa sekitar kampus, serta civitas akademika UBB yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.(®)
- Penulis: Ochin
