Neuron Digital Menjadi Perusahaan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia yang Meraih BSI Kitemark™ untuk Digital Twins
- account_circle Vritimes
- calendar_month 4 jam yang lalu

CDN.id, JAKARTA – Dalam sebuah seminar tentang penggunaan Digital Twins, BIM, dan AI dalam lingkungan binaan (built environment), Neuron Digital dianugerahi BSI Kitemark™ baru untuk Digital Twins. Sebagai perusahaan teknologi cerdas pertama di dunia yang meraih pencapaian ini, Neuron Digital menetapkan tolok ukur bagi kapabilitas dan tata kelola Digital Twins yang terpercaya.
Neuron Digital sebagai pemimpin berbasis di Hong Kong di bidang solusi pengelolaan aset bangunan cerdas yang memanfaatkan AI dan ontologi lingkungan binaan, serta perusahaan mitra Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP), secara resmi menerima sertifikat tersebut minggu ini. Selaras dengan standar Digital Twin – Maturity Model and Guidance for a Maturity Assessment (ISO/IEC 30186:2025), sertifikasi ini secara independen memverifikasi tingkat kematangan Digital Twins yang aktif (live digital twins) milik Neuron serta sistem yang mengelolanya. Sertifikasi ini memberikan jaminan kepada pelanggan, pemilik aset, regulator, dan mitra bahwa kapabilitas Digital Twins Neuron aman, terkelola dengan baik, serta menghadirkan desain yang berpusat pada pengguna (user-centric) dengan nilai operasional dan bisnis yang terukur serta layak.
Kapabilitas ini berakar pada praktik rekayasa (engineering) ARUP dan telah terbukti pada bangunan yang sudah beroperasi. Fondasinya adalah ontologi Neuron, sebuah ontologi internal yang menggabungkan Model Bahasa Besar (Large Language Model / LLM), model semantik, data spasial, dan data operasional langsung dari sistem bangunan. Dengan demikian, Digital Twins otonomnya dapat memberikan rekomendasi sebagai jawaban, bukan sekadar menampilkan visualisasi aset.
Pencapaian ini bertepatan dengan peluncuran BSI Kitemark™ untuk Digital Twins, skema sertifikasi pertama di bidangnya. Dikembangkan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan akan kapabilitas Digital Twins yang terpercaya, dapat ditingkatkan skalanya (scalable), dan berorientasi pada hasil, Kitemark memberikan jaminan independen atas kematangan Digital Twins serta kemampuan organisasi dalam menerapkan, mengelola, dan terus meningkatkan solusi Digital Twins.
Digital Twins sedang mengubah sektor infrastruktur, konstruksi, real estat, energi, kota cerdas (smart cities), dan sektor padat aset lainnya. Data menunjukkan bahwa teknologi Digital Twins diperkirakan akan memiliki nilai pasar lebih dari US$125 miliar dalam beberapa tahun mendatang. Dengan menciptakan representasi virtual yang dinamis dari aset fisik, sistem, dan operasi, organisasi dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mengoptimalkan kinerja, mengurangi biaya, serta membuka peluang inovasi di seluruh siklus hidup aset.
Hong Kong Memimpin Adopsi Digital Twins Berkat Rencana Infrastruktur Smart City
Di Hong Kong, adopsi Digital Twins telah diintegrasikan ke dalam strategi infrastruktur kota cerdas (Smart City) tersebut. Peta Digital 3D milik Pemerintah yang mencakup seluruh wilayah Hong Kong kini mencakup lebih dari 210.000 bangunan dan 5.000 aset infrastruktur untuk mendukung aplikasi kota cerdas dan pengambilan keputusan berbasis data. Policy Address 2026 telah memberikan momentum baru bagi agenda ini, dengan Pemerintah mengumumkan rencana untuk membangun sistem pengelolaan kota terpadu “AI City Brain”, yang memfasilitasi pengembangan kota berbasis Digital Twins.
Dibangun berlandaskan ISO/IEC 30186 Digital Twin Maturity Model dan diperkuat dengan persyaratan yang mencakup tata kelola, kompetensi, keamanan, manajemen risiko, dan realisasi nilai, BSI Kitemark™ dirancang untuk mengatasi risiko ketika laju adopsi melampaui tingkat kematangan teknologi. Skema ini membantu organisasi membangun kepercayaan, menunjukkan kapabilitas, dan membuktikan bahwa program Digital Twins mereka memberikan nilai yang berkelanjutan.
Auditor menilai kapabilitas Neuron di berbagai bidang, termasuk penentuan tujuan, penerapan skenario penggunaan (use case), tata kelola, realisasi nilai, manajemen siklus hidup, keamanan, manajemen risiko, dan peningkatan berkelanjutan.
- Penulis: Vritimes
