Mudah Dihafal, Ini 15 Surah Pendek untuk Tarawih

oleh

CDN.id, JAKARTA- Ada beberapa surah pendek dalam Al-Qur’an yang mudah untuk dihafalkan. Surah pendek ini bisa dibaca saat salat Tarawih di malam Ramadan.
Kumpulan surah pendek tersusun dalam Al-Qur’an juz 30. Surat pendek ini bisa dibaca setelah surah Al Fatihah ketika mengerjakan salat fardhu ataupun salat sunnah, termasuk tarawih.

Merangkum buku Shalat Rasulullah karya Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qathani dijelaskan bahwa Imam Ibnu Qayyim berpendapat tentang bacaan salat Rasulullah SAW setelah Al-Fatihah. “Tatkala Rasulullah SAW telah rampung membaca Al-Fatihah, beliau membaca surat yang lain. Terkadang beliau membaca surat yang panjang. Beliau memendekkannya ketika terdapat suatu alasan semisal bepergian atau lainnya. Pada umumnya beliau membaca yang sedang-sedang.”

Dalam sebuah hadits, Anas bin Malik RA berkata, “Pada suatu hari Nabi SAW mempercepat salatnya dalam salat fajar. (Dalam hadits lain disebutkan: Beliau mengerjakan salat subuh dengan membaca dua surah Al-Qur’an yang paling pendek).

سمعت بكاء صبي، فظننت أن أمه معنا تصلي، فأردت أن أفرغ له أمه

“Aku mendengar tangisan bayi, dan aku mengira ibunya ikut sholat bersama kita. Karenanya aku ingin agar ibunya segera selesai sholat untuknya,” (HR Ahmad).

Rasulullah bersabda, “Sungguh aku memulai sholat dan ingin memanjangkannya. Kemudian aku mendengar suara tangisan bayi. Maka aku pun meringankan sholatku karena aku tahu betapa gelisahnya ibunya karena tangisannya,” (HR Bukhari dan Muslim).

Kumpulan Surah Pendek dalam Al-Qur’an
Berikut beberapa surah pendek dalam Al-Qur’an yang mudah dihafalkan dan bisa dibaca saat salat Tarawih.

1. Surat An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١
Qul a’ụżu birabbin-nās
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”

مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢
Malikin-nās
Raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣
Ilāhin-nās
Sembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤
Min syarril-waswāsil-khannās
Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥
Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦
Minal-jinnati wan-nās
Dari (golongan) jin dan manusia.

2. Surat Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ – ١
Qul a’ụżu birabbil-falaq
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ – ٢
Min syarri mā khalaq
Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ – ٣
Wa min syarri gāsiqin iżā waqab
Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ – ٤
Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad
Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ – ٥
Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad
Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

3. Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ – ١
Qul huwallāhu aḥad
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ – ٢
Allāhuṣ-ṣamad
Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ – ٣
Lam yalid wa lam yụlad
(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ – ٤
Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

No More Posts Available.

No more pages to load.