Menyoal Kisruh BN 1 dan BN 2, Ketua Tim Publikasi Pemenangan Berdaya: Keluhan Wagub Terlalu Berlebihan
- account_circle Ochin
- calendar_month Ming, 13 Jul 2025

CDN.id, PANGKALPINANG – Pernyataan Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana, yang mengeluhkan soal pembatasan ruang geraknya oleh Gubernur Hidayat Arsani, menjadikan kisruh politik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kian memanas.
Hellyana yang terkesan menunjukkan dirinya terzolimi dan terdiskreditkan, memicu reaksi keras dari Ketua Tim Publikasi Pemenangan “Berdaya” Hidayat Arsani – Hellyana, Abie Ridwansyah. Ia menilai, keluhan Hellyana terlalu berlebihan dan jauh dari kebenaran.
Selain memunculkan berbagai pertanyaan krusial dari masyarakat, kata Abie, pernyataan tersebut justru menunjukkan bahwa Hellyana lah yang membangun “dinding” dan menutup diri, seolah melangkah tanpa berkoordinasi dengan Gubernur untuk memastikan keselarasan dan efektivitas tugas.
“Keluhan Wagub terlalu berlebihan. Dirinya merasa terzolimi itu tidak benar. Saya menilai apa yang saya rasakan sebelumnya,” ungkap Abie dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu (12/7/2025) malam.
“Apa yang beliau (Hellyana-red) rasakan saat ini adalah hasil dari masa kampanye sebelum pemilihan hingga sekarang. Saat itu, dirinya sempat ingin mundur dari posisi Wagub mewakili Bapak Hidayat Arsani. Ini terjadi tepat menjelang pilgub, maksudnya apa?,” imbuhnya.
Abie menyebut, dugaan bahwa Hellyana mencoba menciptakan ‘matahari kembar’ di Pemprov Babel menjadi salah satu penyebab ketegangan. Hal itu, lanjut Abie, memicu ketidaksetujuan Hellyana untuk diatur, termasuk dalam hal perjalanan dinas (Perjadin).
Hellyana, kata Abie lagi, merasa tidak perlu meminta izin atau persetujuan dari Gubernur. Padahal, kata Abie melanjutkan, Undang-Undang Pemerintahan Daerah dengan jelas menyebutkan bahwa Wagub adalah pembantu Gubernur.
“Di dewan, perjadin itu perlu izin dari pimpinan dewan. Sama halnya dengan Wagub yang juga harus mendapatkan izin dari Gubernur,” ujarnya.
Abie menceritakan, sejak masa kampanye hingga pemerintahan Hidayat-Hellyana berjalan, ia mengaku kesulitan menghubungi Hellyana untuk bersinergi dalam hal publikasi demi kelancaran informasi publik.
“Beliau (Hellyana-red) yang menutup diri, kok beliau yang merasa dibatasi. Beberapa kali saya menghubungi beliau, dari sejak kampanye hingga menjabat, tidak pernah ada respons, padahal saya ingin memastikan perjalanan pemerintahan ini berjalan baik dan diketahui publik,” ungkapnya.
Tak berhenti disitu, Abie juga menyinggung dugaan bahwa Hellyana tidak serius mendampingi Gubernur sejak awal. Jika sejak awal sudah ada keraguan, kata Abie, mengapa pencalonan tetap dilanjutkan?. Hal ini, kata Abie, tentunya memunculkan spekulasi tentang kepentingan di balik jabatan yang jauh dari semangat pengabdian.
“Apakah beliau tidak ingat sebelum pencalonan, sempat ingin mengundurkan diri dari calon Wagub? Pernyataan ini membuka keraguan tentang motivasi dan kesungguhan Hellyana dalam memegang amanah rakyat,” ujarnya.
- Penulis: Ochin
