Menuju Asian Games 2026 Jepang: Disiplin Jadi Senjata Atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia
- account_circle Ochin
- calendar_month Sel, 14 Apr 2026

Sebagai bagian dari pematangan, Jepang dan Korea Selatan diproyeksikan menjadi destinasi uji coba berikutnya. Agenda ini dinilai penting untuk mengasah mental bertanding sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menghadapi lawan-lawan tangguh.
“Uji coba ini penting untuk membangun rasa percaya diri atlet. Dari situ kita bisa melihat kesiapan mereka menghadapi tekanan pertandingan sesungguhnya,” kata Buyung.
Dengan durasi pelatnas yang terbatas hanya enam bulan, tim pelatih menyiasatinya melalui peningkatan intensitas latihan. Jadwal disusun lebih padat dengan dua sesi latihan setiap hari, pagi dan sore, sementara waktu pemulihan difokuskan pada akhir pekan.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengompensasi keterbatasan waktu tanpa mengurangi kualitas pembinaan. Materi latihan diberikan secara intensif agar atlet mencapai kesiapan optimal dalam waktu relatif singkat.
Manajer Timnas Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, menegaskan bahwa target prestasi tetap tidak berubah, yakni meraih dua medali perak dari nomor beregu putra dan ganda campuran—dua sektor andalan Indonesia.
Menurutnya, persaingan di Asia masih didominasi oleh Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei. Oleh karena itu, kesiapan matang menjadi faktor penentu dalam menghadapi peta kekuatan yang relatif tidak berubah.
Menariknya, komposisi atlet pelatnas saat ini belum bersifat final. Evaluasi ketat akan dilakukan dalam tiga bulan pertama, dengan kemungkinan pergantian pemain bagi mereka yang tidak memenuhi standar performa.
“Tidak ada jaminan posisi. Semua harus menunjukkan performa terbaik. Jika tidak memenuhi target, bisa diganti,” tegas Ferly pada Asian Games 2026 ini didampingi Prima Simpatiaji (pelatih atlet putra) dan Gularso Muljadi (pelatih atlet putri)
Sistem ini membuka ruang kompetisi yang sehat sekaligus menjaga kualitas tim tetap optimal hingga batas akhir pendaftaran atlet. Dengan skema entry by name yang masih memungkinkan perubahan, peluang bagi atlet di luar pelatnas tetap terbuka.
Seiring waktu yang terus mendekat menuju agenda internasional, pelatnas kini tidak sekadar menjadi tempat latihan, tetapi juga arena seleksi ketat. Hanya atlet terbaik yang akan membawa nama Indonesia di panggung Asian Games 2026.
- Penulis: Ochin
