Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenal Imlek dan Sejarah Perayaan Imlek

Mengenal Imlek dan Sejarah Perayaan Imlek

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sab, 10 Feb 2024

Beberapa orang percaya bahwa Tahun Baru Imlek mulai dirayakan sejak zaman Dinasti Shang (1600-1046 SM). Orang-orang pada era itu mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati para dewa dan leluhur pada awal atau akhir setiap tahun.

Sejarah Imlek di Indonesia

Perayaan Imlek di Tanah Air sudah ada bahkan sejak zaman kepresidenan Soekarno. Laman Indonesia Baik menyebutkan, pada 1946, Presiden Soekarno mengeluarkan ketetapan perihal hari raya umat beragama.

Dalam Pasal 4 Penetapan Pemerintah tentang hari-hari raya umat beragama No.2/OEM-1946, ada 4 hari raya bagi etnis Tionghoa, yakni Tahun Baru Imlek, hari wafatnya Khonghucu ( tanggal 18 bulan 2 Imlek), Ceng Beng, dan hari lahirnya Khonghucu (tanggal 27 bulan 2 Imlek).

Selanjutnya, ketika Presiden Soeharto menjabat, terdapat pembatasan perayaan keagamaan maupun kebudayaan bagi orang Tionghoa. Ia mengeluarkan Instruksi Presiden No.14/1967 tentang pembatasan Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina.

Berdasarkan instruksi yang dikeluarkan pada 6 Desember 1967 itu, segala upacara keagamaan hingga adat-istiadat orang Tionghoa di Indonesia hanya boleh dilakukan dalam lingkungan keluarga dan ruangan tertutup.

Situasi menjadi berubah usai presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid, memimpin Indonesia. Pada 17 Januari 2000, Gus Dur mengeluarkan Keppres No.6/2000 tentang pencabutan Inpres No.14/1967.

Keputusan presiden itu memberikan kebebasan bagi masyarakat Tionghoa untuk menganut agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya termasuk merayakan upacara-upacara agama, seperti Imlek, Cap Go Meh, dan sebagainya, secara terbuka.

Hingga akhirnya, hari raya Tahun Baru Imlek dijadikan sebagai hari libur nasional di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarno Putri melalui Keppres Nomor 19 Tahun 2002.

Lebih lanjut, buku Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti yang dikeluarkan Kemendikbud menyebutkan, Imlek selanjutnya diselenggarakan secara nasional setiap tahun oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), serta selalu dihadiri oleh presiden dan penjabat negara lainnya.

Makna Perayaan Imlek

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani HMA untuk SONO Moon Bali Seminyak

    SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani HMA untuk SONO Moon Bali Seminyak

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2026
    • account_circle Vritimes
    • 0Komentar

     Dengan 225 kamar, SONO Moon Bali Seminyak akan dilengkapi dua kolam renang, pusat kebugaran, spa, kids’ club, fasilitas pertemuan, dan restoran yang buka sepanjang hari. Sebagai bagian dari reposisi, sejumlah area yang ada akan didesain ulang dan ditingkatkan dengan penawaran gaya hidup dan komersial yang baru, sehingga membuka lebih banyak kesempatan bagi tamu dan pengunjung […]

  • Arnadi Sebut Angka Pengangguran di Kota Pangkalpinang Terus Berkurang Setiap Tahun

    Arnadi Sebut Angka Pengangguran di Kota Pangkalpinang Terus Berkurang Setiap Tahun

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Selain itu, Arnadi meminta penyelenggaraan Job Fair di halaman kantor DPMPTSP dan Naker Kota Pangkalpinang, berlangsung secara transparan, agar perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan. “Kita di komisi II meminta setiap tahun job fair diadakan. Makanya kemarin pada saat pembahasan anggaran 2023, kami mengusulkan kegiatan tersebut lebih besar lagi dengan […]

  • Komitmen Hijau PT Timah Rehabilitasi Lahan Hingga Perlindungan Pesisir

    Komitmen Hijau PT Timah Rehabilitasi Lahan Hingga Perlindungan Pesisir

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Selain aspek rehabilitasi lingkungan, perusahaan turut mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon melalui berbagai langkah, seperti penggunaan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, serta penerapan teknologi ramah lingkungan di area tambang. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan pemulihan ekosistem. Akademisi lingkungan, Indra Ambalika, menilai keseimbangan […]

  • PT Timah Perkuat Dukungan Tumbuh Kembang Anak di Lingkar Tambang

    PT Timah Perkuat Dukungan Tumbuh Kembang Anak di Lingkar Tambang

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Dukungan terhadap tumbuh kembang anak perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, penyediaan gizi, hingga pengembangan potensi,” kata Anggi. “Di bidang pendidikan, PT Timah memberikan dukungan sarana dan prasarana bagi sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini, di antaranya TK Swasta Mutiara Hati di Kabupaten Karimun dan TK/Pos PAUD Nusa Indah di Desa Cambai Selatan. […]

  • Kantongi IUP, Warga Beriga Berharap PT Timah Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

    Kantongi IUP, Warga Beriga Berharap PT Timah Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Warga Desa Beriga, seperti yang disampaikan Askandi berharap penambangan ini bisa menjadi solusi atas masalah ekonomi yang mereka hadapi, terutama dalam hal peluang kerja sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Aktivitas tambang yang dilakukan oleh PT Timah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. “Tujuan kami panitia mendukung […]

  • Capres Ganjar Pranowo Sebut Ke Warga Kulon Progo, Pilih Sekolah Gratis atau Makan Gratis?

    Capres Ganjar Pranowo Sebut Ke Warga Kulon Progo, Pilih Sekolah Gratis atau Makan Gratis?

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Setelah itu Ganjar pun bertanya alasan ibu tersebut memilih sekolah gratis tujuan kedepannya untuk apa? Kemudian Pertanyaan Tersebut dijawab langsung oleh ibu Lilik: sekolah penting untuk masa depan. “Karena pendidikan menentukan masa depan anak Pak,” kata dia. Ganjar lantas mengamini pendapat Lilik. Dia merasa sekolah memang mampu menciptakan masa depan bagi anak-anak.

expand_less