Marhaenisme Bukan Milik Satu Organisasi, Toto Sukarnoputra Serukan Persatuan
- account_circle Ochin
- calendar_month 2 jam yang lalu

Kritik, menurutnya, tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan. Namun, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki gerakan dan memperkuat perjuangan rakyat, bukan menjadi alat untuk mengklaim bahwa hanya kelompok tertentu yang paling memahami Marhaenisme.
Toto mengajak setiap kader untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Marhaenisme telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ideologi, kata dia, semestinya mendorong kader menjadi pribadi yang terbuka, rendah hati, dan mampu membangun solidaritas dengan sesama pejuang.
Ia menegaskan, perbedaan organisasi dan kendaraan politik tidak seharusnya menutup ruang persaudaraan di antara kader yang memiliki cita-cita perjuangan serupa. Selama nilai-nilai Marhaenisme dan kepentingan rakyat menjadi bagian dari perjuangan, dialog dan kerja sama harus tetap terbuka.
- Penulis: Ochin
