Lomba Tari Sambut Semarakan HUT Kota Pangkalpinang ke-267
- account_circle Ochin
- calendar_month Rab, 4 Sep 2024

Dikatakan Yuniar, sekolah sebagai institusi formal selama ini telah berusaha menjalankan fungsi akademisnya dengan mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Namun demikian keseimbangan pada aspek lain yaitu sosial dan emosional harus diperhatikan pula.
Melalui pengimbasan dan pewarisan keahlian pakar dan maestro tari sambut, siswa dapat memahami dan menghargai keanekaragaman kekayaan seni budaya di sekitar mereka. Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan untuk menghargai perbedaan kekayaan seni budaya menjadi keterampilan yang sangat penting.
“Seni tari memberikan peluang bagi siswa untuk menjelajahi dan meresapi berbagai kekayaan seni budaya, memupuk toleransi, dan membangun pengertian antarbudaya,” katanya.
Dirinya juga mengapresiasi program Seni Tari Tradisi Masuk Sekolah (ST2MS) yang diinisiasi oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Pangkalpinang. Dia menilai program ini sangat bagus karena telah terbukti mampu menginspirasi banyak pihak terutamanya dalam upaya membangun iklim sekolah yang menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan, dan menguatkan.
“Kegiatan (ST2MS) diharapkan menciptakan warga dapat sekolah yang dapat mengapresiasi seni budaya yang ada di masyarakat, dan menambah kecintaan kita pada seni tradisi terutamanya tari sambut, sehingga seni tradisi dapat lestari, maju dan berkembang baik di Kota Pangkalpinang bahkan di tingkat internasional,” ungkap Yuniar.
- Penulis: Ochin
