Korban Tewas Diduga Kram Saat Menambang di Keranggan dan Tembelok Keluarga Minta Polemik Dihentikan
- account_circle Ochin
- calendar_month Sel, 30 Jun 2026

Ia menyebut, suaminya baru memberi tahu setelah transaksi selesai. “Almarhum baru kasih tahu kalau sudah beli ponton. Tapi tidak bilang berapa harganya dan ponton milik siapa sebelumnya,” sambungnya.
Nekat Bekerja Karena Terdesak Ekonomi
Soal alasan Rasid tetap bekerja di wilayah Keranggan padahal ada larangan dari pihak berwajib, sang istri menyebut faktor ekonomi.
“Menurut almarhum, dia sudah tidak punya uang lagi. Dia juga cerita mau cari uang untuk biaya narik pulang ponton ke Parit Tiga,” jelasnya.
Karena khawatir terjadi penindakan, istri korban sempat menanyakan apakah ada bekingan atau kordinasi dengan pihak lain.
“Sempat saya tanya, kenapa berani. Ada bekingan atau kordinasi nggak? Katanya tidak ada. Dirinya berserah sama Yang di Atas saja,” katanya.
- Penulis: Ochin
