Insinyur Muda Perempuan Jadi Motor Inovasi Smelter, Kiprah Eka Widiastuti di Proyek Strategis PT Timah Tbk
- account_circle Ochin
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026

Pengalaman sebelumnya di bidang Pembelajaran dan Pengembangan telah membekali Eka dengan pemahaman tentang pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Ia pernah terlibat dalam pengembangan kurikulum berdasarkan bisnis inti perusahaan, khususnya di bidang pertambangan dan metalurgi.
Menurutnya, keberhasilan operasional tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia.
“Teknologi harus ditingkatkan, tetapi sumber daya manusia juga harus berkembang. Harus ada keseimbangan,” tegasnya.
Bagi Eka, ada tiga kunci utama untuk berkembang di industri ini: terus meningkatkan kompetensi, memiliki keberanian untuk mengambil risiko, dan mampu berkolaborasi.
“Jika kita tidak cukup berani untuk mencoba, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana kemampuan kita. Dan di industri seperti ini, tidak ada seorang pun yang bisa bekerja sendirian,” sarannya.
Kepala Divisi Pengolahan dan Pemurnian, Sofian Simangunsong, menganggap Eka sebagai seorang insinyur muda dengan kompetensi yang kuat dan dedikasi tinggi dalam mendukung operasional TSL Ausmelt.
Menurutnya, Eka adalah salah satu insinyur yang terlibat sejak tahap awal proyek hingga operasi penuh, menunjukkan tingkat komitmen yang jarang ditemukan di antara rekan-rekannya.
“Eka telah terlibat sejak fase proyek, mulai dari penugasan hingga operasional. Ini menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan teknologi yang kompleks serta pemahamannya yang kuat tentang parameter operasional,” kata Sofian, yang juga merupakan atasan Eka.
Ia juga mencatat bahwa latar belakang pendidikan Eka di bidang metalurgi merupakan keuntungan besar dalam menguasai teknologi Ausmelt modern dan menantang.
“Landasan akademisnya sangat kuat, dan itu tercermin dalam cara kerjanya yang sistematis dan teliti, serta kemampuannya untuk berkoordinasi lintas fungsi, termasuk dengan operator, tim teknik, dan pemeliharaan,” tambahnya.
Selain itu, Sofian menyebutkan bahwa Eka tidak hanya mampu berkembang di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki, tetapi juga menunjukkan kinerja yang luar biasa.
“Dia memiliki pembawaan yang baik—profesional, percaya diri, dan fokus pada pekerjaannya. Bisa dikatakan dia tidak hanya mampu mengimbangi, tetapi juga unggul,” katanya.
Selain itu, Eka juga dianggap memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, termasuk kesediaannya untuk ditempatkan di lokasi kerja tanpa banyak keluhan dan konsistensinya dalam mendukung operasional. (*)
Sumber: www.pttimah.com
- Penulis: Ochin
