Insinyur Muda Perempuan Jadi Motor Inovasi Smelter, Kiprah Eka Widiastuti di Proyek Strategis PT Timah Tbk
- account_circle Ochin
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026

CDN.id, PANGKALPINANG — Wanita muda ini membuktikan bahwa industri pertambangan dan metalurgi bukanlah batasan bagi perempuan untuk berkembang. Dia adalah Eka Widiastuti, seorang insinyur di fasilitas TSL Ausmelt PT Timah di Divisi Pengolahan dan Pemurnian, yang telah menjadi salah satu penggerak utama dalam operasi peleburan modern perusahaan.
Eka dikenal sebagai seseorang yang menyukai tantangan. Kecintaannya pada perjalanan mencerminkan karakternya yang suka berpetualang, termasuk dalam menavigasi karier di industri yang kompleks dan dinamis.
Eka bergabung dengan PT Timah pada Desember 2018 setelah menyelesaikan gelar Sarjana dan Magister di bidang Teknik Metalurgi. Ia memulai karirnya di divisi Pembelajaran dan Pengembangan hingga tahun 2021, sebelum akhirnya pindah langsung ke salah satu proyek strategis perusahaan, TSL Ausmelt.
“Sejak awal, saya tertarik pada perhitungan dan proses. Tetapi begitu saya terjun ke industri ini, ternyata jauh lebih kompleks. Ini bukan hanya tentang perhitungan di atas kertas, tetapi tentang memastikan semuanya berjalan sesuai rencana di lapangan,” katanya.
Sejak tahun 2021, Eka telah sepenuhnya terlibat dalam proyek TSL Ausmelt, mulai dari tahap studi, konstruksi, komisioning, hingga operasional. Pengalaman ini merupakan perjalanan berharga yang tidak dimiliki oleh semua insinyur.
Eka juga termasuk di antara beberapa insinyur PT Timah yang dikirim ke Melbourne untuk mempelajari operasi TSL Ausmelt.
Tantangan terberat yang dihadapinya adalah selama proses pengoperasian awal pada tahun 2022. Selama dua minggu pertama, tungku tersebut belum menghasilkan logam sesuai target.
“Saat itulah kami benar-benar belajar. Parameter operasional harus disesuaikan, banyak uji coba dilakukan, dan semuanya dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak. Itu adalah pengalaman belajar yang paling berharga,” kenangnya.
Sepanjang proses tersebut, Eka juga menghadapi berbagai dinamika teknis. Namun, dengan pemahaman teknis yang kuat, tim mampu mengidentifikasi dan menyelesaikannya secara efektif.
Saat ini, ia juga aktif mendorong inovasi di tempat kerja melalui berbagai proyek kecil, yang berfokus pada pencarian pola optimal dari karakteristik bahan baku yang dinamis.
Di tengah berbagai tantangan proyek, termasuk selama pandemi COVID-19 yang memengaruhi pengadaan dan operasional, Eka terus menunjukkan komitmen yang kuat. Ia bahkan memilih untuk tetap bertahan ketika banyak rekan-rekannya memutuskan untuk meninggalkan proyek tersebut.
Baginya, kesempatan untuk terlibat dalam proyek besar seperti TSL Ausmelt adalah hal yang langka.
“Proyek seperti ini tidak akan datang dua kali. Jadi saya memilih untuk tetap tinggal dan menyelesaikannya,” katanya.
Kini, setelah lebih dari tiga tahun terlibat dalam proyek ini, ia memandang keberhasilannya sebagai hasil kolaborasi seluruh tim, baik dari manajemen maupun operasional.
Sebagai salah satu dari sedikit insinyur wanita di fasilitas tersebut, Eka menyadari bahwa tantangan yang dihadapinya bukan hanya tantangan teknis, tetapi juga fisik dan sosial.
Namun, ia percaya bahwa perempuan memiliki keunggulan tersendiri, terutama dalam hal multitasking dan pemecahan masalah.
“Yang penting bukanlah apakah Anda laki-laki atau perempuan, tetapi kompetensi Anda dan bagaimana Anda berkontribusi. Dalam tim, kami saling mendukung dan melengkapi,” katanya.
Di pabrik yang beroperasi 24 jam dengan sistem shift, Eka dan tim layanan teknis harus selalu siaga untuk mendukung kelancaran proses produksi.
- Penulis: Ochin
