Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja
- account_circle Vritimes
- calendar_month Sel, 13 Okt 2026

CDN.id, JAKARTA – Kesadaran geopolitik bukan hanya milik diplomat atau pemimpin negara, tetapi kompetensi yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara, terutama generasi muda. Pesan itu disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., kepada para mahasiswa saat memberikan Kuliah Umum bertema “Membangun Kesadaran Geopolitik Generasi Muda: Memahami Dunia, Menentukan Posisi, Memberi Kontribusi” di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Rabu (7/10).
Dalam paparannya, Ace menjelaskan bahwa kesadaran geopolitik merupakan kemampuan untuk membaca, memahami, dan menanggapi dinamika kekuatan global secara kritis dan strategis. Kemampuan ini semakin penting karena persoalan dunia kini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, menurut Ace, kesadaran geopolitik tidak boleh dianggap sebagai urusan segelintir orang.
Sebagai contoh, ia menyebut gangguan di Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel yang membuat biaya logistik naik hingga 150—200 persen, serta longsor di tambang Grasberg, Papua, pada tahun 2025 yang mengurangi pasokan tembaga dunia. Dua peristiwa itu menunjukkan bahwa kejadian global berdampak pada Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi penerima dampak.
Wujud sederhana dari kesadaran geopolitik adalah sikap kritis terhadap informasi. Ace mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada membaca, tetapi juga menelusuri siapa yang membuat informasi tersebut dan apa kepentingannya. Caranya, dengan mengajukan lima pertanyaan: apa yang terjadi, mengapa terjadi, siapa yang berkepentingan, apa dampaknya bagi bangsa, dan apa yang bisa dilakukan. Dengan cara berpikir itu, generasi muda diharapkan berperan sebagai aktor, bukan sekadar sasaran informasi dan propaganda.
- Penulis: Vritimes
