BCW Kritik Strategi Gempur BKC Ilegal: Jangan Sibuk Edukasi Masyarakat, Bongkar Pemain Besar dan Jaringannya
- account_circle Ochin
- calendar_month 17 jam yang lalu

Bea Cukai sendiri sebelumnya menyatakan operasi pemberantasan rokok ilegal dilakukan di berbagai daerah dan menyasar pula titik distribusi serta pengiriman barang. Karena itu, menurut BCW, data hasil penindakannya semestinya dapat digunakan untuk menunjukkan apakah penegakan hukum benar-benar bergerak dari hilir menuju hulu.
“Pita Cukai ASPAL Berasal dari Mana?”
BCW juga menyoroti penggunaan pita cukai palsu, bekas, salah peruntukan ataupun salah personalisasi.
Menurut Jimmy, pemerintah tidak cukup hanya mengajarkan masyarakat mengenali ciri pita cukai ilegal.
“Kalau ditemukan pita cukai palsu atau ASPAL, pertanyaan BCW justru dimulai dari sana: siapa yang membuatnya, bagaimana teknologi pencetakannya, siapa yang memesan, bagaimana distribusinya dan siapa pengguna akhirnya? Jangan hanya masyarakat diminta belajar melihat pita cukai dengan lampu ultraviolet, sementara jaringan yang menyediakan pita ilegalnya tidak dibongkar.”
Dalam kegiatan di Lampung yang menjadi bagian pemberitaan tersebut, petugas memang memperagakan kepada pedagang cara mengenali rokok ilegal secara kasat mata maupun menggunakan lampu ultraviolet.
BCW menilai temuan pita cukai bermasalah seharusnya menjadi pintu masuk investigasi untuk menelusuri seluruh rantai pasok.
BCW Minta Pengawasan Internal Juga Dibuka
Selain mengejar produsen dan distributor, BCW meminta DJBC memastikan pemberantasan BKC ilegal juga menyentuh persoalan integritas internal.
Jimmy menegaskan BCW tidak menuduh adanya keterlibatan petugas tertentu tanpa bukti. Namun kemungkinan pembiaran, kebocoran informasi atau keterlibatan aparat tidak boleh menjadi area yang tabu untuk diperiksa apabila ditemukan indikasi.
“Kalau jaringan BKC ilegal dapat beroperasi lama, besar dan terorganisasi, wajar publik bertanya bagaimana fungsi pengawasannya berjalan. Kalau ada indikasi keterlibatan orang dalam, periksa. Kalau tidak ada, sampaikan datanya. Jangan ada wilayah yang kebal dari pengawasan.”
- Penulis: Ochin
