Bittime Soroti Pelemahan Harga Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar Global
- account_circle Vritimes
- calendar_month 3 jam yang lalu

Harga Bitcoin kembali melemah di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap pasar global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pergerakan ini perlu dicermati bersama sentimen pasar saham, arus dana ETF, dan perkembangan makroekonomi. Melalui ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime menyediakan beragam pilihan layanan aset digital sesuai kebutuhan pengguna.
Bitcoin Melemah, Area US$80.000 Jadi Perhatian
Berdasarkan data CoinMarketCap yang dihimpun pada pagi 23 Oktober 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$81.600, turun sekitar 2,3% dalam 24 jam. Harga sempat bergerak di rentang US$81.567 hingga US$84.840 dalam periode tersebut, mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar. Pelemahan ini terjadi setelah Bitcoin sempat naik mendekati US$85.000 pada 21 Oktober, sebelum kembali tertekan pada sesi berikutnya.
Menurut laporan MarketWatch, penurunan saham teknologi dan meningkatnya sikap hati-hati investor turut menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Dalam riset internal Bittime periode Oktober, analis Bittime mengidentifikasi US$80.000 sebagai area support bulanan dan US$85.000 sebagai area resistance untuk dicermati. Kedua level tersebut merupakan referensi analisis teknikal, bukan kepastian arah harga selanjutnya.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan, pelemahan Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen pasar masih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pergerakan aset global.
“Investor perlu mencermati berbagai indikator untuk memahami konteks pergerakan harga, tanpa berasumsi bahwa tekanan saat ini akan berlanjut atau segera berbalik,” ujar Ryan.
Tekanan Pasar Global dan Faktor Makroekonomi
- Penulis: Vritimes
