WGS dan Mavvrik jalin kemitraan strategis untuk menghadirkan solusi FinOps generasi baru di Indonesia dan Asia Tenggara
- account_circle Vritimes
- calendar_month Ming, 26 Jul 2026

CDN.id – JAKARTA, Walden Global Services (WGS) mengumumkan kemitraan strategis dengan Mavvrik, untuk menghadirkan solusi Financial Operations (FinOps) dan Cloud Cost Management bagi organisasi di Indonesia dan Asia Tenggara. Melalui kemitraan ini, Mavvrik resmi memperluas ekspansinya ke kawasan, sementara WGS memperkuat portofolio layanannya guna membantu perusahaan meningkatkan visibilitas biaya, tata kelola pengeluaran teknologi, serta optimalisasi investasi pada lingkungan cloud, AI, dan infrastruktur hybrid. Kolaborasi ini ditujukan untuk menjawab meningkatnya tantangan pengelolaan biaya teknologi seiring pesatnya adopsi cloud dan AI di Asia Tenggara, dengan menggabungkan platform cost governance milik Mavvrik dan keahlian implementasi serta konsultasi WGS.
BANDUNG, Indonesia, 14 Juli 2026 – Walden Global Services (WGS), salah satu perusahaan konsultan teknologi informasi dan pengembang perangkat lunak enterprise terdepan di Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis dengan Mavvrik, platform cost governance yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur hybrid. Melalui kolaborasi ini, Mavvrik resmi memperluas ekspansinya ke pasar Indonesia dan Asia Tenggara, sementara WGS memperkuat kapabilitas Financial Operations (FinOps) dan Cloud Cost Management untuk membantu organisasi mengoptimalkan pengelolaan belanja teknologi di kawasan.
Seiring meningkatnya adopsi komputasi awan (cloud computing) dan AI di Asia Tenggara, berbagai organisasi menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengelola kenaikan biaya infrastruktur teknologi informasi. Dengan pasar cloud regional yang diproyeksikan terus bertumbuh, kebutuhan akan transparansi keuangan, tata kelola biaya (cost governance), dan optimalisasi pengeluaran teknologi menjadi semakin penting. Kemitraan ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui solusi yang memberikan visibilitas menyeluruh dan akuntabilitas finansial pada lingkungan public cloud, hybrid cloud, beban kerja AI, infrastruktur on-premises, hingga layanan Software as a Service (SaaS).
Menggabungkan keahlian lokal dengan inovasi global
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam mendukung transformasi digital perusahaan berskala besar, PT Walden Global Services (WGS) akan bekerja sama dengan Mavvrik untuk mendukung organisasi di Indonesia dan Asia Tenggara. WGS akan mengintegrasikan platform cost governance milik Mavvrik ke dalam portofolio layanan teknologi enterprise yang dimilikinya, guna membantu pelanggan memperkuat praktik FinOps, meningkatkan pengendalian finansial, serta memaksimalkan nilai investasi teknologi.
“Kemitraan kami dengan Mavvrik menjadi tonggak penting dalam misi WGS untuk menghadirkan solusi teknologi yang inovatif dan berdampak tinggi bagi pelanggan,” ujar Chairman WGS, Ikin Wirawan.
“Seiring lingkungan TI yang semakin kompleks akibat pesatnya adopsi AI dan arsitektur hybrid cloud, kapabilitas FinOps bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Bersama Mavvrik, kami berkomitmen membantu organisasi di Indonesia dan Asia Tenggara memperoleh kendali penuh atas belanja teknologi mereka serta mengubah biaya TI menjadi investasi strategis bagi bisnis.”
Menjawab tantangan FinOps di era AI
Mavvrik dikenal melalui platform cost governance inovatif yang dirancang untuk mendukung operasional TI modern. Platform ini membantu tim keuangan, FinOps, dan TI menghilangkan blind spot finansial melalui praktik Cloud Cost Management yang didukung visibilitas biaya secara tepat waktu, alokasi biaya otomatis, penyusunan anggaran yang lebih cerdas, serta pengendalian belanja secara proaktif. Solusi tersebut membantu organisasi mengidentifikasi pemborosan sekaligus mengurangi risiko pembengkakan biaya cloud maupun AI.
Berbeda dengan solusi yang hanya berfokus pada data penagihan public cloud, Mavvrik juga menghadirkan visibilitas biaya pada lingkungan yang tidak memiliki billing API, termasuk infrastruktur GPU on-premises, implementasi AI privat, dan self-hosted large language models (LLM). Kapabilitas ini dinilai semakin relevan bagi perusahaan di Asia Tenggara yang perlu menyeimbangkan kebutuhan data residency dengan meningkatnya biaya implementasi AI.
- Penulis: Vritimes
