“Tuk Panjang” Tradisi Imlek Simbol Toleransi di Semarang

oleh

CDN.id, SEMARANG- Perayaan Imlek umumnya dilakukan dengan tradisi yang sama, tapi ada beberapa daerah yang memiliki kebiasaan yang unik seperti Semarang. Di ibu kota Jawa Tengah itu, Imlek disambut dengan tradisi “tuk panjang”.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menjelaskan bahwa tradisi tersebut sarat dengan akulturasi budaya sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Kepala Disbudpar Kota Semarang Wing Wiyarso, di Semarang, Jumat, 9 Februari 2024, menjelaskan bahwa “tuk panjang” telah  menjadi prosesi rutin di sana.

“Tuk panjang” adalah sebuah tradisi meja panjang yang di atasnya disediakan berbagai hidangan, seperti kue keranjang kukus santan, nasi hainan, tujuh macam sayur hijau yang masing-masing punya lambang dan harapan baik. Menu lainnya adalah lumpia dan aneka makanan sebagai wujud akulturasi budaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.