Tokoh Adat Damar Ajak Warga Belitung Timur Jaga Kondusivitas di Tengah Dinamika Tambang Timah
- account_circle Ochin
- calendar_month 6 jam yang lalu

Ia mengatakan, ketika akses masyarakat terhadap aktivitas dan penjualan hasil tambang mengalami kendala, kondisi tersebut dapat memicu kekecewaan. Karena itu, menurutnya, pemerintah maupun perusahaan perlu memperhatikan keluhan masyarakat dan memberikan kepastian yang jelas.
“Kalau dalam kehidupan perekonomian, saya lihat banyak masyarakat kecewa. Tapi pelampiasannya jangan sampai terjadi demo yang anarkis. Kesenjangan sosial memang sangat nyata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan mekanisme penjualan bijih timah yang menurutnya masih menjadi keluhan sebagian masyarakat. Menurut Burhaini, masyarakat membutuhkan kepastian agar hasil tambang yang diperoleh dapat dijual dan menjadi sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Orang datang itu mau mencari uang untuk makan, mau beli kebutuhan untuk besok. Jangan sampai datang ke tempat penjualan, sudah antre, kemudian pulang karena tidak bisa menjual,” katanya.
Burhaini berharap tata kelola pertambangan dan pembelian bijih timah dapat dilakukan secara adil dan transparan. Menurutnya, kepastian harga dan mekanisme penjualan penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia juga meminta setiap kebijakan yang diterapkan disosialisasikan secara terbuka agar masyarakat memahami aturan yang berlaku dan tidak mendapatkan informasi yang simpang siur.
Di sisi lain, Burhaini mengingatkan para penambang agar tetap mematuhi ketentuan mengenai wilayah pertambangan.
“Kalau memang dalam KP (IUP), bekerja dalam KP (IUP). Kalau di luar KP (IUP), jangan dikerjakan. Itu saja, supaya aman dan kita sama-sama menghargai aturan,” tegasnya.
- Penulis: Ochin
