Tinjau Fasilitas di Jakarta, Komut Pertamina Tegaskan Tak Boleh Ada Ruang untuk Gangguan Pasokan
- account_circle Ochin
- calendar_month Sel, 4 Agu 2026

Iriawan menegaskan pentingnya integrasi dan koordinasi lintas fungsi, lintas fasilitas, serta antar-subholding dan anak perusahaan sebagai satu rantai nilai atau “One Pertamina”.
“Hilangkan pola kerja yang masih berjalan sendiri-sendiri dan bangun sinergi mulai dari pengadaan, produksi, penyimpanan, transportasi, distribusi hingga pelayanan kepada pelanggan,” katanya.
Menurutnya, integrasi tersebut harus mampu mengoptimalkan utilisasi aset, menyelaraskan perencanaan, mengurangi duplikasi proses, meningkatkan produktivitas, serta memanfaatkan kapabilitas terbaik yang dimiliki Grup Pertamina.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan perusahaan pada akhirnya tidak hanya diukur dari terjaminnya pasokan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan operasi yang semakin efisien.
“Cost per liter BBM, cost per kilogram LPG, dan cost per liter pelumas harus terus menurun tanpa mengurangi standar HSSE, kualitas produk, keandalan operasi, maupun pelayanan kepada masyarakat. Inilah esensi Operational Excellence, memberikan nilai terbaik melalui kolaborasi, efisiensi, dan sinergi untuk memperkuat daya saing Pertamina serta mendukung ketahanan energi nasional,” jelasnya.
Di akhir kunjungan, Iriawan menegaskan bahwa keandalan pasokan, operational excellence, dan penerapan HSSE merupakan fondasi utama bagi Pertamina dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. “Setiap insan Pertamina harus bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat memberikan yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Ochin
