Sukses Gelaran Festival Perang Ketupat 2024, BMM Ajak Generasi Muda untuk Lestarikan Budaya

oleh
oleh

“Bagaimana orang terdahulu, melestarikan kebudayaan ini, dari sisi keagamaan dan sebagainya, mempertahankan adat istiadatnya. Tidak berpengaruh adat dari luar. Boleh kita menggunakan teknologi, tetapi tetap berpegang teguh dengan adat istiadat lokal,” tukas BMM.

Rangkaian acara dimulai dengan Ngancak, Penimbongan dan Taber Batas kampung pada malam Nisfu Sya’ban. Sebelum perang ketupat dilakukan, sejumlah pertunjukan adat ditampilkan dimulai dari tarian selamat datang, tradisi Selawang Setuson atau Nganggung.

Penampilan dilanjutkan dengan seni pencak silat yang dilakukan dua pendekar sebelum kemudian dilanjutkan dengan tradisi Penimbongan.

Pada acara puncak, puluhan pria dan wanita yang mengenakan seragam silat hitam, berkumpul di tengah lapangan. Mereka saling rebutan ribuan ketupat, untuk saling dilemparkan kepada satu sama lain. Riuh peserta dan penonton terasa di tengah acara.

Selanjutnya perang ketupat dilakukan oleh para tamu dari kalangan pejabat dan terakhir antar masyarakat setempat. (H4)

No More Posts Available.

No more pages to load.