“Dengan tidak mengadakan Isbat, lebih menghemat anggaran negara yang secara keuangan sedang tidak baik-baik saja,” kata Mu’ti pada Jumat, 8 Maret 2024.
Menurut Mu’ti, hasil sidang Isbat sebetulnya sudah bisa diprediksi karena kini pemerintah menggunakan kriteria kesepakatan Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura ( MABIMS ) dalam menentukan awal bulan Hijriah. Adapun MABIMS menyebutkan bahwa hilal minimal memiliki ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengatakan sidang Isbat sudah menjadi aturan dari pemerintah sehingga butuh proses yang panjang untuk menghapusnya.
Enggak bisa, misalnya Menteri Agama tiba-tiba bilang tahun ini enggak ada sidang Isbat. Kalau begitu kami juga akan protes karena sudah jadi aturan, kata Yahya dalam jumpa pers di Jakarta Pusat pada Sabtu, 9 Maret 2024.