Menurutnya, pedagang yang berjualan di kawasan tersebut merupakan masyarakat Pangkalpinang dan mereka berjualan atau berdagang tanpa ada bantuan dari pemerintah.
“Saya kira pemerintah daerah sebaiknya merangkul siapapun yang ingin mencari nafkah di Kota Pangkalpinang ini, termasuk di bantaran kolam retensi karena Pangkalpinang adalah kota perdagangan dan jasa jadi wajar jika banyak masyarakat yang ingin mengadu nasibnya di sektor perdagangan,” tukasnya.
Seperti yang diketahui Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan tidak pernah memberikan izin bagi para pelaku usaha untuk membuka lapak di sekitar Kolam Retensi Kacang Pedang.