Produksi Beton Precast Secara Efisien dan Ramah Lingkungan, Precast Plant WSBP Prambon Raih Sertifikat Standar Industri Hijau
- account_circle Vritimes
- calendar_month 3 menit yang lalu

CDN.id – JAKARTA, Produk beton precast yang digunakan untuk membangun infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas hasil akhirnya, tetapi juga oleh bagaimana produk tersebut dihasilkan. Menjawab kebutuhan industri konstruksi yang semakin memperhatikan efisiensi sumber daya dan aspek lingkungan, PT Waskita Beton Precast Tbk melalui Precast Plant WSBP Prambon meraih Sertifikat Standar Industri Hijau (SIH) dari Kementerian Perindustrian.
Pencapaian tersebut menandai penerapan proses produksi yang semakin terukur dalam penggunaan bahan baku, energi dan air, efisiensi proses, pengelolaan limbah, serta pengendalian emisi gas rumah kaca. Bagi pelanggan, penerapan ini memberikan nilai tambah dalam memperoleh produk beton yang dihasilkan melalui proses produksi yang memperhatikan efisiensi dan aspek lingkungan.
SIH merupakan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian sebagai acuan bagi industri dalam menerapkan prinsip industri hijau. Penerapannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, yang menempatkan Industri Hijau sebagai bagian dari pembangunan industri yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Ketentuan tersebut kemudian dijabarkan secara lebih spesifik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2025 tentang Standar Industri Hijau untuk Industri Beton Pracetak. Standar tersebut mencakup berbagai aspek dalam proses produksi, sehingga perhatian terhadap keberlanjutan tidak hanya berada pada produk yang dihasilkan, tetapi juga pada keseluruhan proses di baliknya.
Di Precast Plant WSBP Prambon, penerapan SIH berjalan berdampingan dengan sistem manajemen dan praktik operasional yang telah diterapkan. Precast Plant ini telah menerapkan ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018, serta mengoptimalkan penggunaan material dan energi dalam proses produksi.
- Penulis: Vritimes
