Dalam kesempatan itu, dirinya juga berharap peran aktif Pondok Pesantren untuk memberikan edukasi bagi anak-anak akan bahaya pernikahan dini.
Hal ini dikarenakan secara psikologis pasangan tersebut belum matang, serta belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang baik dan benar.
“Mari kita bergandengan tangan untuk memberi edukasi akan bahaya pernikahan dini sebagai penyebab masalah stunting di Babel,” tutupnya. (***)