Photogrammetry Drone: Mengubah Foto Udara Menjadi Peta dan Model 3D yang Akurat
- account_circle Vritimes
- calendar_month 5 jam yang lalu

Pemilihan perangkat menyesuaikan kebutuhan. DJI Matrice 400 + DJI Zenmuse P1 memakai sensor full-frame 35,9 x 24 mm beresolusi 45 MP dan terdaftar sebagai payload resmi DJI Matrice 400, sehingga akurasi dan cakupannya dapat diverifikasi. Untuk area yang lebih ringkas, DJI Matrice 4E menggabungkan kamera dan RTK dalam satu unit. Untuk pemetaan berulang dan terjadwal, DJI Dock 3 dengan DJI Matrice 4D memungkinkan misi otomatis. Pada sisi pengolahan, DJI Terra memproses foto udara menjadi model 2D dan 3D, orthomosaic, serta peta kontur, sedangkan Terrasolid menangani klasifikasi point cloud saat data foto digabung dengan LiDAR.
Photogrammetry unggul pada tekstur dan orthomosaic yang detail, sementara LiDAR unggul di area bervegetasi karena menembus sela dedaunan. Keduanya sering dipakai berdampingan. Penerapannya luas, mulai dari pemantauan progres dan perhitungan volume di konstruksi dan pertambangan, hingga dokumentasi jalan dan jembatan pada solusi drone untuk survey dan pemetaan Halo Robotics.
Selengkapnya: https://halorobotics.com/photogrammetry-drone-cara-kerja-implementasi/
Tentang Halo Robotics
Halo Robotics adalah distributor drone profesional dan robotika terbesar di Indonesia, serta penyedia jasa drone industri terdepan, dengan pengalaman lebih dari satu dekade menyediakan solusi terintegrasi untuk 900+ perusahaan dan instansi pemerintah di industri utama termasuk Pertambangan, Minyak & Gas, Ketenagalistrikan, Pertanian & Kehutanan, Konstruksi, Pemantauan Lingkungan, Keamanan, dan Keselamatan Publik.
- Penulis: Vritimes
