“Dia harus menunggu 5-6 tahun untuk mendapatkan ginjal manusia. Dia tidak akan bisa bertahan hidup,” kata kepala divisi nefrologi di Massachusetts General Hospital dan dokter ginjal utama pasien, Winfred Williams.
Kemudian, sebuah kesempatan muncul bagi Slayman untuk menerima ginjal babi. Ia mendiskusikan potensi risiko prosedur dengan dokternya dan menyetujui operasi tersebut.
Ginjal babi hasil rekayasa Ginjal babi yang ditransplantasikan itu berasal dari eGenesis, sebuah perusahaan bioteknologi yang mengembangkan organ-organ rekayasa yang kompatibel dengan manusia. Perusahaan ini menggunakan sistem editing gen CRISPR yang terkenal untuk mengubah gen babi-babinya. Untuk membuat organ yang cocok dengan manusia, para ilmuwan memotong tiga gen yang terlibat dalam pembuatan karbohidrat, atau gula, yang ditemukan pada babi yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh manusia.
Selain itu, mereka menambahkan tujuh gen manusia yang membantu mencegah efek domino terkait kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan penolakan transplantasi. Pada akhirnya, mereka menonaktifkan potongan DNA virus yang disebut retrovirus endogen dalam genom babi yang dapat melukai manusia.
Secara keseluruhan, para ilmuwan melakukan 69 proses editing pada DNA babi, dikutip dari CNN. Sebagai bagian dari prosedur transplantasi, Slayman menerima dua perawatan berbasis antibodi untuk membantu mencegah penolakan organ, serta obat penekan kekebalan tubuh.