Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SDN 01 Meruya Selatan Bukan Bersumber dari Dapur SPPG
- account_circle Ochin
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025

“Dari 20 siswa yang dilaporkan, 13 dirawat di UKS dan 7 dibawa ke RSUD Kembangan. Namun setelah diperiksa, tidak ditemukan tanda-tanda keracunan. Pihak RSUD juga menjelaskan kepada orang tua murid, bahwa tidak ada indikasi infeksi,” jelas Satria.
Imbas dari kejadian ini, kata Satria, penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG Meruya Selatan dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium resmi dari Labkesda dan BPOM Jakarta Barat keluar.
“Kami sudah menerima surat dari penanggung jawab dan pengawas terpadu (Tauwas Care). Operasional dihentikan selama 10 hari sambil menunggu hasil uji dari Labkesda dan BPOM,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Satria juga menegaskan bahwa seluruh proses produksi makanan di dapur SPPG telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari penggunaan sarung tangan, penutup kepala, hingga briefing harian sebelum memasak.
“Kami menjalankan SOP dengan ketat. Setiap pagi kami briefing agar seluruh tim menjaga kebersihan dan kualitas makanan,” tegasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, kata Satria, pihaknya menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua murid dan menghentikan sementara distribusi MBG ke empat sekolah di wilayah Meruya Selatan.
- Penulis: Ochin
