“Saya turun langsung ke lapangan dan berinteraksi ke masyarakat lebih efektif membangun keterbukaan informasi karena mendengar dan menyampaikan langsung ke mereka,” tambah Molen.
Di hadapan para tim penilai, Molen juga menjelaskan tentang kondisi Kota Pangkalpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung dengan keberagaman suku, ras dan agama.
“Di Pangkalpinang ini masyarakat hidup rukun dan toleransi beragama. Tidak pernah ada konflik RAS, bahkan rumah ibadah berdiri berdampingan,” pungkas Molen
Anugerah Tinarbuka adalah penghargaan yang diberikan oleh KIP dalam rangka Hari Keterbukaan Informasi Nasional, dan merupakan kompetisi hasil penilaian monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik tingkat provinsi/kabupaten/kota.(Oc)