MAPID Catalyst 2026 “Maps That Think” Pertemukan Talenta Muda, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Geospasial Indonesia
- account_circle Vritimes
- calendar_month 35 menit yang lalu

MAPID, perusahaan teknologi geospasial Indonesia, menyelenggarakan MAPID Catalyst 2026 bertema “Maps That Think” pada 23 hingga 24 September 2026 di Jakarta. Acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pembina MAPID WebGIS Competition 2026. Selama dua hari, MAPID Catalyst 2026 mempertemukan talenta muda, akademisi, pelaku industri, dan pemerintah untuk membahas peran data lokasi dalam pengambilan keputusan.
Rangkaian acara terbagi menjadi dua, yaitu Community Innovation Series di BINUS University Kampus Anggrek dan acara utama Maps That Think di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman.
Community Innovation Series: Final WebGIS Competition Terbesar Sepanjang Penyelenggaraan
Hari pertama menjadi babak final MAPID WebGIS Competition 2026 bertema “Maps That Think: Mass Transportation Edition”. Kompetisi ini diikuti 175 tim dari 71 perguruan tinggi di 57 kota. Jumlah ini tiga kali lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dari 135 proposal yang masuk, terpilih 10 tim finalis. Para finalis mempresentasikan dan mendemonstrasikan solusinya langsung di booth kepada dewan juri.
Dewan juri terdiri dari Rikobimo Ridjal Badri (Ketua Forum Integrasi Transportasi dan Tata Ruang, Masyarakat Transportasi Indonesia), Aditya Chandra Reymonza (Product and Business, KARLO), Akihiro Kawano (Technical Director, PT Indokoei International), dan Muftia Oktavialih (Vice President, MAPID).
Fabian Surya Pramudya, Ph.D., Head of Mathematics & Statistics Department, School of Computer Science BINUS University, menyampaikan apresiasinya dalam sambutan pembukaan.
“Kami berterima kasih kepada MAPID, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi para peserta, baik berupa relasi baru, pengetahuan, maupun perspektif yang terus bermanfaat jauh setelah kompetisi berakhir,” ujar Fabian.
- Penulis: Vritimes
