Namun diakui Erzaldi, salah satu yang menjadi kendala dalam membudidaya ikan kerapu ini yaitu ketersediaan bibit, memang saat ini bibit ikan kerapu harus dikirim melalui pulau diluar Babel seperti Bali dan Jawa.
Selain itu, benih ikan yang dikirim tersebut ukurannya masih kisaran 3 cm, sehingga belum layak apabila langsung ditempatkan langsung ke jaring apung.
Maka dari itu guna menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, Erzaldi berencana mendorong terciptanya ‘Rumah Benih’ sehingga masyarakat tidak perlu lagi nantinya memesan benih ikan dari pulau Jawa ataupun Bali.