Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman
- account_circle Vritimes
- calendar_month 3 menit yang lalu

CDN.id, JAKARTA – Intrusion detection system drone adalah sistem keamanan yang menghubungkan sensor perimeter dengan drone otomatis. Saat alarm terpicu, drone dari DJI Dock 3 terbang sendiri ke titik kejadian dan mengirim video langsung ke ruang kendali, lengkap dengan kamera thermal 640 x 512 yang membaca panas manusia dan kendaraan dalam gelap.
Pengamanan kawasan industri, pelabuhan, gudang, dan perkebunan punya masalah yang sama. Kamera CCTV hanya melihat sudut tetap dan menyisakan titik buta di antara kamera. Petugas patroli butuh waktu untuk berjalan atau berkendara ke pagar terjauh. Saat petugas tiba, penyusup sering sudah pergi. Intrusion detection system drone memangkas jeda waktu itu.
Cara kerjanya berupa satu rantai otomatis. Sensor perimeter, radar, atau analitik kamera mendeteksi pelanggaran batas dan mengirim koordinat alarm. Drone yang siaga di dock (stasiun yang menyimpan dan mengisi daya drone secara otomatis) langsung terbang ke titik itu tanpa pilot di lokasi. Kamera zoom dan kamera thermal mengirim video langsung ke ruang kendali, sehingga tim keamanan bisa menilai dalam hitungan detik apakah ancaman itu nyata. Setelah selesai, drone kembali ke dock dan mengisi daya sendiri. Keputusan tindakan tetap dipegang tim keamanan.
- Penulis: Vritimes
