CDN.id, JAKARTA- Pemerintah telah menetapkan periode cuti bersama untuk perayaan Lebaran tahun 2024 mulai dari Senin, 8 April 2024, hingga Senin, 15 April 2024. Lalu bagaimana prediksi arus mudik Lebaran 2024?
Menurut PP Muhammadiyah, Idul Fitri 1445 H akan jatuh pada Rabu, 10 April 2024, sementara pemerintah baru akan memutuskan tanggal Idul Fitri dalam sidang Isbat yang digelar pada 9 April 2024.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 5-7 April 2024. “Puncak (arus) mudik diperkirakan terjadi tanggal 5-7 April 2024 dan arus balik tanggal 14-15 April 2024,” katanya seusai Rapat Tingkat Menteri Angkutan Lebaran 2024 di Kantor Kemenko PMK di Jakarta, Senin, 18 Maret 2024.
Muhadjir menyatakan bahwa perkiraan tersebut berasal dari hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Survei tersebut memperkirakan bahwa jumlah pemudik pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 193,6 juta orang di seluruh Indonesia. Angka ini menunjukkan peningkatan lebih dari 60 persen dibanding tahun 2023.
Di sisi lain, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan bahwa sekitar 1,86 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) selama periode arus mudik H-7 hingga H+2 Idul Fitri 1445 Hijriah. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 54,13 persen dibandingkan dengan keadaan normal dan meningkat sebesar 5,94 persen dibanding Lebaran tahun sebelumnya.
“Sebesar 58,4 persen distribusi lalu lintas keluar wilayah Jabodetabek menuju Trans Jawa dan Bandung di periode lebaran tahun ini,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana saat konferensi pers di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Kamis, 21 Maret 2024.
Kemudian, sekitar 22,9 persen dari distribusi lalu lintas meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju arah Barat atau Merak, sementara sekitar 18,8 persen menuju arah selatan atau Puncak.
Jasa Marga juga memperkirakan bahwa akan ada sekitar 1,92 juta kendaraan yang memasuki wilayah Jabodetabek selama periode arus balik H+1 hingga H+7 lebaran 2024. Angka tersebut mengalami peningkatan hingga 60,55 persen dibandingkan dengan periode normal.
“Juga naik 4,19 persen dari periode lebaran 2023,” katanya.