Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini
- account_circle Vritimes
- calendar_month Kam, 1 Okt 2026

Dengan kondisi tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di 4.180–4.133. Area tersebut menjadi level yang perlu dicermati apabila tekanan jual XAUUSD kembali meningkat. Sebaliknya, apabila emas mampu melakukan rebound dan menembus resistance 4.243–4.272 secara meyakinkan, struktur pergerakan jangka pendek dapat kembali berubah dan tekanan bearish berpotensi mereda.
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas juga masih terlihat kuat. Harga emas kembali bergerak di bawah level US$4.300 setelah pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Data ekonomi AS yang relatif kuat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi atau bahkan kembali menaikkannya apabila tekanan inflasi belum mereda. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan telah memberikan dukungan terhadap dolar AS sekaligus membebani harga emas.
Kenaikan harga minyak menjadi faktor lain yang turut diperhatikan pasar. Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi karena biaya energi menjadi lebih mahal. Kondisi tersebut dapat mendorong pasar memperkirakan kebijakan moneter AS akan tetap ketat lebih lama. Pada perdagangan Senin, harga minyak kembali menguat seiring ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara dolar AS berada di sekitar level tertinggi dalam dua bulan.
Situasi tersebut menciptakan tekanan ganda bagi emas. Di satu sisi, kenaikan minyak dan ketegangan geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun di sisi lain, apabila kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan Treasury yield serta ekspektasi suku bunga, biaya peluang memegang emas ikut meningkat. Kondisi ini membuat respons XAUUSD terhadap perkembangan geopolitik menjadi lebih kompleks.
- Penulis: Vritimes
