Di Bali Tech Week, Tokocrypto Tegaskan Komitmen Dukung Industri Aset Digital Indonesia
- account_circle Vritimes
- calendar_month 47 menit yang lalu

Dari sisi regulator, Deputi Direktur Pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Satrio Nugroho mengatakan, seiring perkembangan industri aset digital Indonesia, kerangka regulasi yang kuat diperlukan untuk mendukung inovasi yang bertanggung jawab sekaligus melindungi konsumen dan investor. OJK, lanjutnya, terus berfokus memperkuat pengawasan pasar, mendorong transparansi, dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
“Kami meyakini pertumbuhan industri yang berkelanjutan harus dibangun di atas kepercayaan, akuntabilitas, dan pemahaman yang jelas tentang peluang sekaligus risiko aset kripto,” ujarnya.
Dari sisi global, Global Policy Lead dan Director of Regulatory Policy Binance Steven McWhirter menilai kerangka OJK sudah menjadi fondasi yang kuat bagi pasar aset digital Indonesia.
“Dengan membawa aset digital ke dalam kerangka sektor jasa keuangan yang lebih luas, standar tata kelola, manajemen risiko, anti pencucian uang, keamanan siber, dan perlindungan konsumen bisa berjalan lebih kuat,” kata Steven.
Menurut Steven, kejelasan dan konsistensi aturan menjadi kunci. “Kerangka regulasi yang efektif membuat pelaku usaha paham batasan regulasi, persyaratan perizinan, dan ekspektasi pengawasan, sehingga pemain yang bertanggung jawab dapat berinvestasi dan beroperasi dalam jangka panjang.”
Per Agustus 2026, jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia tercatat 23,21 juta berdasarkan data OJK. Steven menilai tolok ukur keberhasilan perlu bergeser dari pertumbuhan ke kualitas pasar. “Ukuran berikutnya adalah apakah skala sebesar itu didukung kejelasan regulasi, pengawasan yang efektif, tata kelola yang kuat, dan perlindungan konsumen yang konsisten.” Menurutnya, Indonesia tidak perlu menyalin aturan negara lain, melainkan mengambil praktik terbaik internasional dan menyesuaikannya dengan struktur pasar, konsumen, dan prioritas kebijakannya sendiri.
Chief Operating Officer Tokocrypto Dema Tio mengatakan, inovasi tidak boleh mengorbankan keamanan dan perlindungan konsumen. Tokocrypto telah memperkuat standar keamanannya lewat sertifikasi ISO 27001, serta sejumlah lapisan perlindungan, seperti autentikasi dua faktor (2FA), verifikasi biometrik, dan publikasi proof of reserves. Langkah-langkah itu mencerminkan komitmen perusahaan membangun platform yang inovatif, aman, transparan, dan patuh pada ketentuan regulasi.
“Kami percaya kolaborasi berkelanjutan antara regulator dan pelaku industri penting agar ekosistem aset digital Indonesia tumbuh secara bertanggung jawab dan tetap dipercaya publik,” ujar Dema Tio.
- Penulis: Vritimes
