Design WAH! 2026 Soroti Peluang Baru untuk Mengembangkan Ide Kreatif Menjadi IP Bernilai Komersial
- account_circle Vritimes
- calendar_month Rab, 9 Sep 2026

Kimming Yap, Curator of Design WAH! and Managing Director of Creativeans
Searah dengan penguatan ekonomi kreatif Indonesia
Di Indonesia, pembahasan ini semakin relevan dengan upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Pada 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyoroti pentingnya hubungan antara pengembangan talenta, akses pasar, perlindungan kekayaan intelektual, komersialisasi, dan pembiayaan. Artinya, perlindungan hak perlu didukung oleh kemampuan untuk mengemas, menawarkan, dan mengembangkan aset kreatif.
Peluang ini relevan bagi berbagai subsektor di Indonesia, mulai dari ilustrasi, animasi, game, fashion, penerbitan dan desain produk hingga karakter berbasis budaya dan cerita lokal. Kolaborasi edisi terbatas, uji coba merchandise, kemitraan konten, atau aktivasi brand dapat menjadi langkah awal, selama hak, mutu, dan ekspektasi komersialnya jelas.
Potensi peluang ide kreatif baru bagi pemilik bisnis
Bagi pemilik bisnis di Indonesia, IP kreatif tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga dapat menjadi sumber diferensiasi yang relevan. Karakter, cerita, dan dunia brand yang kuat dapat membuka kemungkinan untuk pengembangan produk, kemasan, kampanye, konten, pengalaman pelanggan, atau kolaborasi edisi terbatas. Pendekatan ini juga dapat membantu bisnis menguji ide baru dan membangun kedekatan dengan kelompok audiens yang sesuai.
Namun, peluang tersebut perlu dinilai secara terstruktur. Bisnis perlu memahami siapa pemilik IP, siapa audiensnya, bentuk penggunaan yang diperbolehkan, kesiapan produksi, jangka waktu, wilayah, biaya, dan proses persetujuannya. Ketika informasi ini lebih jelas, pemilik bisnis memiliki dasar yang lebih kuat untuk menilai kecocokan, mengelola risiko, dan merancang kolaborasi yang memberi nilai bagi kedua pihak.
- Penulis: Vritimes
