Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra
- account_circle Vritimes
- calendar_month Rab, 28 Okt 2026

Program ini menyasar siswa penyandang disabilitas netra yang membutuhkan dukungan perangkat dan akses digital untuk menunjang pendidikan. Melalui kombinasi bantuan perangkat, pelatihan, dan pendampingan, program diharapkan dapat memperluas akses terhadap sumber pembelajaran serta meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri penerima manfaat.
Keterlibatan penerima manfaat dalam seremoni di Pertamina Mandalika International Circuit memberikan dimensi lain bagi program Digital Netra Setara. Di tengah perhatian publik terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, kehadiran anak-anak penyandang disabilitas netra membawa pesan bahwa inklusi harus hadir dalam berbagai ruang kehidupan, termasuk dalam momentum olahraga internasional.
Bagi Pertamina, penyelenggaraan ajang besar juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pesan mengenai pentingnya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pendidikan, aksesibilitas, dan kesempatan berkembang merupakan bagian penting dari upaya membangun masa depan yang inklusif.
Melalui Pertamina Foundation, komitmen tersebut diterjemahkan menjadi dukungan nyata bagi anak-anak yang membutuhkan akses terhadap teknologi pembelajaran. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Pada akhirnya, nilai sebuah program tidak hanya terletak pada apa yang diberikan hari ini, tetapi juga pada kesempatan yang terbuka setelahnya. Smartphone menjadi sarana, pendampingan menjadi penguat, dan pendidikan tetap menjadi tujuan utama.
Melalui Digital Netra Setara, Pertamina dan Pertamina Foundation berharap semakin banyak anak penyandang disabilitas netra dapat mengakses pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melangkah menuju cita-cita dengan lebih percaya diri.
Sebab, masa depan yang inklusif dimulai ketika setiap anak tidak hanya diberi kesempatan untuk belajar, tetapi juga didukung untuk tumbuh dan menentukan masa depannya sendiri.
- Penulis: Vritimes
