Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Sebelum 11.11 dan Harbolnas
- account_circle Vritimes
- calendar_month 21 menit yang lalu

Bagi penjual yang ingin tahu cara membuat website toko online sendiri, tenggatnya sudah dekat. 11.11, kampanye belanja yang lebih dulu dikenal lewat marketplace, tinggal seminggu lagi, dan Harbolnas 2026 menyusul pada 10 sampai 16 Desember. Penjual yang ingin punya toko di luar marketplace perlu tahu apa yang harus siap, bukan hanya cara memasang situsnya.
Pemerintah menargetkan nilai transaksi Harbolnas tahun ini Rp40 triliun, naik dari Rp36,4 triliun pada 2025, seperti disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat peluncuran Road to Harbolnas pada 27 Agustus 2026. Kementerian Perdagangan juga membuka pendaftaran Harbolnas bagi brand dan UMKM. Menurut UKM Indonesia, pendaftarannya ditutup pada minggu kedua November, jadi waktunya tinggal beberapa hari. Toko yang baru dibuka belum punya pengunjung sendiri. Karena itu 11.11 paling masuk akal dipakai untuk menguji toko dengan pembeli sungguhan, sedangkan Harbolnas menjadi sasaran yang lebih besar.
Cara Membuat Website Toko Online Sendiri Dimulai dari Produk, Bukan Template
Panduan UKM Indonesia edisi Mei 2025 menyebut bahan yang harus ada di tiap halaman produk, yaitu foto yang jelas dan terang dari beberapa sudut, deskripsi berisi bahan dan ukuran, harga, varian, serta stok. Bahan itu sering memakan waktu lebih lama daripada memilih tampilan. Mulailah dari produk yang paling sering laku, bukan dari seluruh katalog.
Ada dua angka yang baru terasa penting saat pesanan pertama masuk, yaitu berat dan ukuran kemasan tiap produk. Keduanya menentukan ongkir, dan akan dibahas di bagian kurir.
Nama Domain Dipilih Sekali, Jadi Pilih yang Bisa Dipakai Bertahun-tahun
Hostinger, dalam panduan edisi 18 September 2026, menyarankan nama domain yang singkat, unik, dan mudah diingat, serta tanpa angka dan tanda hubung. Shopify mengingatkan bahwa mengubah nama domain setelah situs aktif bisa berdampak buruk pada SEO. Soal platform, Hostinger membandingkan pembuat situs yang cepat dipasang tanpa koding dengan WordPress yang memberi kontrol lebih besar tetapi menuntut lebih banyak penyesuaian teknis.
Dengan waktu kurang dari seminggu, jalur yang sedikit langkah teknisnya lebih realistis. Toko online brand sendiri dari BisnisOn dengan domain dan SSL otomatis menempuh jalur itu. Menurut halaman layanannya, penjual memakai domain sendiri seperti tokoanda.com, sertifikat SSL terbit otomatis, dan toko dibuat tanpa koding.
Cara Bayar Apa yang Sudah Dipakai Pembeli Anda?
Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026 QRIS dipakai 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant, dengan 96,68 persen di antaranya UMKM. Sebulan kemudian, jumlah penggunanya sudah mendekati 67 juta. Bagi jutaan orang, membayar lewat QRIS sudah menjadi kebiasaan, jadi toko yang hanya menyediakan satu rekening untuk transfer manual menambah satu langkah bagi pembeli.
- Penulis: Vritimes
