Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BCW Kritik Rencana Layer Baru Cukai Rokok

BCW Kritik Rencana Layer Baru Cukai Rokok

  • account_circle Ochin
  • calendar_month 14 jam yang lalu

Data tersebut diperlukan untuk menguji apakah persoalan utama industri hasil tembakau memang terletak pada struktur tarif, atau justru pada pengawasan produksi, distribusi pita cukai, penegakan hukum dan kebocoran pasar ilegal.

BCW juga meminta pemerintah menetapkan indikator keberhasilan yang dapat diukur apabila layer baru akhirnya diberlakukan: berapa pelaku ilegal yang beralih menjadi legal, berapa tambahan produksi yang tercatat, berapa tambahan pita cukai yang digunakan, berapa tambahan penerimaan negara, dan seberapa besar peredaran rokok ilegal turun setelah kebijakan berjalan.

“Kalau tujuan layer baru adalah mengubah pasar ilegal menjadi legal, maka keberhasilannya sederhana: tunjukkan berapa yang tadinya ilegal menjadi legal dan berapa tambahan penerimaan negara yang masuk. Kalau angka itu tidak bisa ditunjukkan, kita patut mempertanyakan untuk apa layer baru tersebut dibuat,” ujar Eko.

BCW menyatakan akan melakukan kajian independen terhadap rantai Cukai Hasil Tembakau dengan menguji keterkaitan antara produksi legal, struktur tarif, pemesanan dan penggunaan pita cukai, penerimaan negara, perkembangan pasar ilegal serta potensi downtrading.

Kajian tersebut juga akan memasukkan rencana penambahan layer baru sebagai salah satu variabel untuk menguji apakah kebijakan tersebut benar-benar mampu memperluas basis cukai atau justru berpotensi memindahkan produksi dari golongan bertarif lebih tinggi menuju golongan yang lebih rendah.

“BCW tidak berada pada posisi apriori menolak ataupun mendukung kebijakan Menteri Keuangan. Tetapi setiap kebijakan yang menyangkut ratusan triliun rupiah penerimaan negara harus dapat diuji secara transparan dan dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Eko.

“Menteri boleh bergerak cepat, tetapi kebijakan fiskal tidak boleh tergesa-gesa. Cepat mengambil keputusan adalah keberanian. Mengambil keputusan tanpa basis data dan mitigasi risiko yang memadai adalah persoalan yang berbeda,” tegas Eko TW.

BCW meminta pemerintah tidak menjadikan struktur CHT sebagai ruang eksperimen kebijakan tanpa baseline, simulasi dan parameter keberhasilan yang jelas.

“Anomali harus diperiksa, kebocoran harus ditutup, pelaku ilegal harus ditertibkan, dan yang patuh harus memperoleh kepastian. Jangan sampai niat memberantas rokok ilegal justru melahirkan persoalan baru dalam sistem cukai nasional,” pungkas Eko TW.(*)

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT Timah Dukung Ketahanan Pangan Warga Selama Ramadan Lewat Bantuan Sembako

    PT Timah Dukung Ketahanan Pangan Warga Selama Ramadan Lewat Bantuan Sembako

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Semoga PT Timah terus langgeng, lancar, dan damai agar bisa terus berkontribusi untuk masyarakat,” katanya. Sebelumnya, PT Timah juga telah menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat di Pemali, Kabupaten Bangka, dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang digelar pada pekan lalu. Melalui kegiatan ini, PT Timah berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat sosial […]

  • Agenda Gubernur Padat, Puncak MHT–PWI Jaya Diundur ke 1 September

    Agenda Gubernur Padat, Puncak MHT–PWI Jaya Diundur ke 1 September

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Ketua Panitia MHT–PWI Jaya 2026, Arman Suparman, akan menindaklanjuti perubahan jadwal tersebut dengan melakukan penyesuaian teknis terhadap seluruh persiapan acara, termasuk koordinasi dengan pihak sponsor dan para pemangku kepentingan. Penyelenggaraan MHT ke-52 tahun 2026 memperoleh dukungan luas dari mitra strategis PWI Jaya, bahkan disebut melampaui dukungan pada tahun-tahun sebelumnya. Dukungan tersebut antara lain datang dari […]

  • Seminar Pendidikan HGN ke-79, Pj Walkot Pangkalpinang: Bangsa Ini Butuh Guru

    Seminar Pendidikan HGN ke-79, Pj Walkot Pangkalpinang: Bangsa Ini Butuh Guru

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Kami yakin Bapak Ibu, kita sudah melaksanakan kurikulum merdeka sudah paham, tetapi kita juga perlu ditingkatkan kompetensinya. Kawan-kawan sekarang ini menteri baru, harapannya ada perubahan ke arah kebaikan, ” tukasnya.(®)      

  • 180 ATS di Jakarta Barat Ikuti MPLS Program “Sekolah Kembali”

    180 ATS di Jakarta Barat Ikuti MPLS Program “Sekolah Kembali”

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Pemprov DKI Jakarta berharap dukungan masyarakat, orang tua, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha dapat memperkuat keberhasilan program tersebut sehingga semakin banyak anak kembali bersekolah dan memperoleh pendidikan yang aman, inklusif, serta berkualitas.(*)    

  • Program Timah Mengajar, Wujud Nyata Kepedulian PT Timah Terhadap Pendidikan

    Program Timah Mengajar, Wujud Nyata Kepedulian PT Timah Terhadap Pendidikan

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Menurutnya, PT Timah melaksanakan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas pendidikan seperti mendukung peningkatan sarana dan prasarana sekolah, beasiswa pendidikan, mendukung kegiatan kesenian dan olaharaga termasuk peningkatan kualitas guru. “Melalui berbagai program ini, PT Timah ingin mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih baik, dengan tujuan dapat menciptakan sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” […]

  • Nataru, Pj Gubernur Safrizal ZA Buat Kesepakatan dengan Distributor Besar Pulau Belitung

    Nataru, Pj Gubernur Safrizal ZA Buat Kesepakatan dengan Distributor Besar Pulau Belitung

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Selain bahan pokok, Pj. Gubernur terlama di Indonesia tahun 2021 ini juga menyoroti terkait kebijakan karantina unggas yang diterapkan di Kabupaten Belitung, sehingga menyebabkan komoditi yang satu ini sebagai salah satu penyumbang dominan pemicu inflasi. Dimana, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung menerapkan masa karantina unggas h-14 sebelum pengiriman dan h+14 setelah pengiriman. “Kalau bisa […]

expand_less