CDN.id, PANGKALPINANG – Simpang siur terkait asal-usul sebanyak lebih kurang 8 ton, yang ditangkap satuan pengamanan PT. Timah Tbk di Desa Jeriji pada Rabu (14/12/22) kemarin mulai terlihat titik terang. PT. Mitra Gapura Mandiri Sejahtera (PT.GMS) yang merupakan mitra afiliasi dari PT. Prima Timah Utama (PT. PTU), meng-klaim sebagai perusahaan pemegang IUP OP, yang menjadi tempat asal-usul bijih Timah sejumlah lebih kurang 8 ton tersebut.
Kepala Tehnik Tambang (KTT) PT. MGMS, Panji kepada sejumlah wartawan mengakui bahwa pasir Timah basah tersebut berasal dari IUP OP milik PT. MGMS di desa Terap dan desa Tiram kecamatan Tukak Sadai Toboali. Dalam keterangannya, Panji mengatakan bahwa seluruh dokumen terkait Timah tersebut sudah diserahkan dan diklarifikasi kepada pihak penyidik Polairud Polda Babel. Panji pun mengatakan bahwa dirinya telah dimintai keterangan oleh penyidik Polairud Polda Babel terkait hal ini.
“Tadi siang, sampai dengan sore saya memberikan keterangan kepada penyidik Polairud Polda Babel. Sejumlah berkas dokumen, termasuk foto-foto aktivitas penambangan sudah kami serahkan kepada penyidik, guna mengklarifikasi timah yang kemarin diamankan oleh pihak Divisi Pam PT. Timah, yang kemudian diserahkan kepada Direktorat Polairud Polda Babel. Soal jumlahnya, itu lebih kurang sekitar 8 ton timah basah. Yang rencananya akan dibawa ke pabrik PT. PTU di Pangkalpinang,” terang Panji kepada wartawan, Kamis (15/12/22) malam.
Panji juga menjelaskan bahwa pihaknya selaku PT. MGMS menjalin Kerjasama dengan PT. PTU terkait peleburan bijih Timah. Oleh sebab itu, Timah sebanyak lebih kurang 8 ton tersebut dibawa dari gudang IUP OP di kecamatan Tukak Sadai, menuju Pangkalpinang.
“Status kami adalah perusahaan pemegan IUP Operasi Produksi, yang menjadi asal usul dari bijih Timah tersebut. PT. MGMS menjalin kerjasama tool smelt atau upah lebur dengan PT. PTU. Oleh karena itulah tujuan bijih Timah dari gudang Tukak Sadai tersebut tujuannya ke PT. PTU Pangkalpinang,” tambah Panji.